Peserta aksi damai 212 beristirahat di sekitar Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (1/12). Rencananya, ratusan ribu umat Islam akan melakukan aksi super damai 212 di halaman Monumen Nasional Jakarta.
Peserta aksi damai 212 beristirahat di sekitar Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (1/12). Rencananya, ratusan ribu umat Islam akan melakukan aksi super damai 212 di halaman Monumen Nasional Jakarta.

Jakarta | rakyatmedan.com
Di tengah persiapan untuk demo 2 Desember, sekelompok orang juga tak mau ketinggalan. Namun, bukannya untuk berdemo, sekelompok orang ini hanya ingin memanfaatkan kesempatan mengambil dompet atau barang berharga demonstran yang lengah.

Penampilan para maling ini tak jauh berbeda dari peserta demo. Mereka berbaju gamis, berkain sarung, dan berpeci. Mereka berkeliaran di Masjid Istiqlal mencari mangsa.

Ahmad Danil (38), seorang demonstran asal Medan, pada demo 4 November lalu kehilangan handphone saat istirahat. Kini, dia tidak mau hal itu terulang pada demo 2 Desember besok. Dia pun mengingatkan peserta demo lainnya agar berhati-hati.

"Ku ingatkan pada kalian, aku bukan gila, tapi berbagi pengalaman," ujar Danil yang datang bersama 10 orang temannya dari Medan. Mereka baru saja tiba di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (1/12) sore tadi.

Danil mengingatkan hal ini kepada semua peserta demo yang ditemui dengan mendatangi mereka.

"Kalian harus hati-hati, banyak pencuri saat tidur. Jangan kalian tidur taruh HP di dalam kantong," kata Danil dengan logat Medan.

Menurut dia, kantong baju, kantong celana apalagi tas, bukanlah tempat yang aman untuk meletakkan barang-barang berharga.

"Kalian taruh dalam kolor, kalau ibu-ibu, taruh dalam kutang. Ini serius, daripada kalian nanti terpekik kehilangan," ujar Danil.

Ia menjelaskan, para maling dengan pakaian gamis, berpeci, dan berkain sarung itu memiliki modus berbahaya. Mereka seolah-olah menolong untuk mengingatkan, padahal mereka ingin mengambil barang berharga milik para peserta aksi.

"Mereka ambil pelan-pelan dari kantong kalian, lalu kalau nanti ketahuan, mereka bilang, Pak handphonenya jatuh, padahal mereka mau maling," papar Danil.

Hal ini dia alami saat demo 4 November lalu. Malam sebelum aksi, saat ia hendak tidur, seseorang memperingatkan Danil tentang HP-nya.

"Kukira dia baik, mau ingatkan, tapi ternyata, dia ambil itu handphone ku," kata Danil.

Dari beberapa kelompok massa yang ia datangi di sekitar pelataran Masjid Istiqlal, ada yang tertawa dan ada juga yang menyimak sungguh-sungguh peringatan Danil.

Kamis sore, massa terus berdatangan ke Masjid Istiqlal. Mereka diangkut menggunakan bus dari beberapa daerah. Kedatangan mereka untuk mengikuti demo 2 Desember 2016. (rm/l6)

portal berita medan
informatif & terpercaya