Kelas karyawan pancabudi  
Santri Ponpes Daarut Tauhid bersiap berangkat ke Jakarta
Santri Ponpes Daarut Tauhid bersiap berangkat ke Jakarta


RAKYATMEDAN..COM | Bandung

Ratusan santri Pondok Pesantren Daarut Tauhid terkendala bus untuk mengikuti aksi super damai 2 Desember 2016 di Monas, Jakarta Pusat. Hal itu karena adanya pembatalan sekitar 18 bus oleh salah satu PO yang sebelumnya bersedia menyewakan armadanya.

Koordinator Lapangan Ponpes Daarut Tauhid Dadan Kurniawan mengatakan, pembatalan itu terjadi beberapa jam sebelum rencana pemberangkatan. Pihaknya tidak mengetahui alasan PO bus secara mendadak membatalkan penyewaan yang sudah disepakati.

Santri Ponpes Daarut Tauhid bersiap berangkat ke Jakarta
Santri Ponpes Daarut Tauhid bersiap berangkat ke Jakarta

“Kita sudah bayar lunas (bus) tiba-tiba mau siap-siap berangkat dibatalin. Alasannya tanya saja langsung ke PO-nya,” kata Dadan di Ponpes Daarut Tauhid, Jalan Geger Kalong, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/12/2016) malam.

Santri Ponpes Daarut Tauhid bersiap berangkat ke Jakarta
Santri Ponpes Daarut Tauhid bersiap berangkat ke Jakarta

Dengan pembatalan secara mendadak ini, lanjut Dadan, pihaknya cukup kesulitan mencari bus pengganti. Soalnya, sambung dia, waktu yang tersisa dari jadwal pemberangkatan yang sudah terjadwal sangat mepet. Terlebih perjalanan menuju Jakarta masih jauh.

Santri Ponpes Daarut Tauhid bersiap berangkat ke Jakarta
Santri Ponpes Daarut Tauhid bersiap berangkat ke Jakarta

“Waktu mepet kayak gini sulit cari bus lagi, apalagi sudah malam. Tapi kami tetap berusaha mencari,” ucap dia.

Dia mengaku sangat kecewa dengan pembatalan tersebut mengingat ada ratusan santri yang bakal terancam gagal mengikuti aksi super damai itu. Apalagi ratusan santri tersebut sudah mempersiapkan diri sejak lama untuk bisa ikut aksi ini.

Menurutnya apabila nantinya pihaknya tidak dapat menemukan bus pengganti, semua keputusan kembali diserahkan kepada para santri. Pihaknya dalam hal ini akan siap memfasilitasi dan mengawal para santri yang ingin tetap bertolak ke Jakarta.

“Kita akan tanya lagi ke jemaah (santri) kalau mereka siap pakai motor ya pakai motor, kalau mereka mau pulang ya silakan. Kalau mereka mau teruskan pakai motor kita dampingi supaya mereka aman sampai tujuan,” ungkap Dadan.

Santri Ponpes Daarut Tauhid bersiap berangkat ke Jakarta
Santri Ponpes Daarut Tauhid bersiap berangkat ke Jakarta

Berdasarkan pantauan pukul 23.00 WIB, ribuan santri sudah berkumpul di halaman Ponpes Daarut Tauhid. Pimpinan Ponpes Daarut Tauhid KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym juga tampak berada di antara massa. Aa Gym meminta para santri yang sudah siap berangkat dengan bus agar memeriksa kembali barang bawaan mereka.

Setelah sudah memastikan semuanya lengkap, para santri dipersilakan berjalan secara bertahap meninggalkan pesantren menuju parkiran bus yang berada sekitar 500 meter dari Ponpes Daarut Tauhid. Akibat bus yang terbatas, pemberangkatan pun dilakukan secara bertahap.

Santri yang belum mendapatkan bus, masih tetap menunggu hingga panitia menemukan bus pengganti. Mereka terlihat berkumpul di pinggir jalan sambil melihat massa lainnya lebih dulu bertolak ke Jakarta dengan bus yang tersedia di parkiran.

Direncanakan ada sekitar 2.500 santri Ponpes Daarut Tauhid yang bakal ikut aksi super damai di Monas. Para santri ini masih mengemban misi yang sama dengan aksi damai 4 November, yakni melakukan aksi bersih-bersih. Seluruh rombongan semula dijadwalkan berangkat menggunakan 50 armada bus.

Para santri menggunakan pakaian warna putih-putih dan ikat kepala merah putih. Seragam tersebut hampir sama dengan yang dikenakan pada Apel Nasional Nusantara Bersatu, Rabu (30/11).

Para santri Ponpes Daarut Tauhid ini dibekali perlengkapan kebersihan seperti sapu, pengki, dan kantong sampah. Para santri nantinya berada di barisan belakang menyusuri jalan yang dilalui massa dari Masjid Istiqlal menuju Monas. (rm/dtk)

portal berita medan
informatif & terpercaya