Salah satu kebun sawit milik PTPN II.
Salah satu kebun sawit milik PTPN II.

Medan | rakyatmedan.com
Poldasu meminta kepada pihak PTPN II untuk membuat laporan terkait penyerobotan lahan oleh mafia tanah. Pasalnya, hingga Jumat (2/12) hari ini, Poldasu mengaku belum menerima laporan terkait alih fungsi lahan kebun sawit PTPN II Afdeling V Kebun Limau Mungkur, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, yang berubah menjadi perumahan.

"Buat dululah laporannya. Kita mana bisa bertindak kalau tidak ada laporan. Maka dari itu, PTPN II harus buat laporan ke Polda (Sumut)," ujar Kasubbid Penmas Bid Humas Poldasu, AKBP MP Nainggolan, Jumat (2/12).

Nainggolan menjelaskan, tanpa laporan itu Poldasu tidak bisa melakukan tindakan. Namun saat dijelaskan, masalah alih fungsi kebun sawit PTPN II tersebut merupakan temuan, Nainggolan tak bisa menggaransi.

"Taroklah kami melakukan tindakan, ternyata itu bukan tanah mereka (PTPN II) kan jadi masalah," katanya.

Hal itu jelas dirasa mengurangi semangat Polri dalam memberantas mafia tanah dan Saber Pungli yang telah dimulai."Itu jelas berbeda, tidak ada kaitannya sama saber pungli sekarang," tegas Nainggolan.

Sebelumnya, Kabid Humas Poldasu Rina Sari Ginting telah menyampaikan lewat pesan SMS, jika pihaknya telah meneruskan permasalahan ini kepada Polres Deli Serdang.

"Saya sudah informasikan kepada Kapolres DS (AKBP Robert Da Costa), mereka akan lakukan pengecekan. Terimakasih," katanya.

Seperti diketahui, kebun sawit PTPN II Afdeling V Kebun Limau Mungkur, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang, menjadi lokasi perumahan. Sebelumnya lokasi itu lapak galian C ilegal. Awalnya, di atas lahan tersebut merupakan tanaman kelapa sawit produktif. Oleh para mafia dijadikan lokasi penambangan galian C.

Seiring waktu berjalan setelah tanah habis dikeruk, kemudian dialih fungsikan menjadi lokasi Perumahan Granit Indah Residence (GIR).Ironisnya, lokasi yang dijadikan perumahan masih memiliki Hak Guna Usaha (HGU) dengan No.95 masa berlaku hingga tahun 2028 mendatang. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya