Sebuah menara masjid roboh menyusul gempa 6,5 SR yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12). Empat orang dikabarkan meninggal dunia dan sekitar 30 warga mengalami luka-luka akibat tertimpa bangunan roboh. (foto AFP: Zian Muttaqien)

Pidie Jaya | rakyatmedan.com
Gempa berkekuatan 6,4 skala Richter (SR) mengguncang sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh, Rabu (7/12).

Kendati getaran akibat gempa dirasakan cukup besar, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) memastikan gempa tak berpotensi tsunami. Warga pun diminta tidak panik dan tetap tenang.

"Kita mengimbau masyarakat tenang meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Dalam hal ini tidak ada potensi tsunami dan karena sumber gempa ada di darat," ujar Kepala Pusat Data Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (7/12).

Pasca-gempa pertama terjadi, terdapat sejumlah gempa susulan. Ia pun meminta agar warga tetap waspada.

"Memang terdapat 10 kali gempa susulan, namun intensitas gempa kecil. Kita mengimbau masyarakat selalu waspada," kata Sutopo.

Sementara itu, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Moch Riyadi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan gempa susulan dengan kekuatan 4,8 SR menunjukkan bahwa tren kekuatan gempa susulan semakin kecil.

Hasil analisis peta tingkat guncangan menunjukkan bahwa dampak gempa bumi tektonik berupa guncangan kuat terjadi di daerah Busugan, Meukobrawang, Pangwabaroh, Meukopuue, Tanjong, Meukorumpuet, Panteraja, Angkieng, dan Pohroh pada skala intensitas III SIG-BMKG (VI MMI).

Seluruh wilayah tersebut diperkirakan berpotensi mengalami dampak gempa bumi berupa kerusakan ringan, seperti retak dinding dan atap rumah bergeser.

"Hal ini sesuai laporan sementara dari zona gempa bumi bahwa gempa memang menimbulkan kerusakan di berbagai tempat," ujar Riyadi. (rm/l6)

portal berita medan
informatif & terpercaya