Kalah dalam Referendum, PM Italia Resmi Mengundurkan Diri

27
Matteo Renzi saat mendatangi Istana Presiden. (foto AFP)
Matteo Renzi saat mendatangi Istana Presiden. (foto AFP)

Roma | rakyatmedan.com
Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi, resmi mengundurkan diri setelah kalah dalam referendum reformasi konstitusi yang diusulkannya.

Renzi dikabarkan memberikan surat pengunduran diri kepada Presiden Italia, Sergio Mattarella, Rabu (7/12) kemarin.

“Saya meninggalkan negara ini dengan pajak rendah yang harus dibayar dan berbagai kebijakan serta hak-hak. Partai kami harus bangga dengan itu,” ucap Renzi, Kamis (8/12).

Matarella pun segera akan berkonsultasi dengan partai-partai politik terkait untuk mencari pengganti Renzi. Pertemuan konsultasi sedianya akan diadakan pada Kamis 8 Desember, waktu setempat.

Mattarella pun dikabarkan akan meminta anggota kabinet Renzi atau seorang politisi dari Partai Demokrat untuk membentuk pemerintahan baru. Mattarella meminta Renzi untuk masih terus memegang perannya sebagai pengawas selama solusi belum ditemukan.

Usai menyerahkan surat pengunduran dirinya, Renzi pun sudah bertemu dengan Partai Demokrat. Renzi mengatakan, pemerintahan mereka hanya dapat bertahan hingga 2018 jika didukung oleh semua pihak di parlemen.

Jika tak memperoleh dukungan besar, kabinet harus segera mengubah hukum pemilu agar pemungutan suara dapat diselenggarakan secepatnya. Pemilu dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Mahkamah Konstitusi.

Sejumlah partai oposisi lantas langsung mendesak agar pemilu dapat segera dilaksanakan, termasuk partai anti-kemapanan, Gerakan Bintang Lima, dan partai sayap kanan, Liga Utara.

Gagasan referendum yang diajukan Renzi bertujuan untuk mengubah konstitusi dengan harapan dapat menaikkan kembali perekonomian Italia yang lesu.

Mundurnya Renzi membuat Five Star Movement sebagai partai populer kedua di Italia. Tentunya posisi ini membuatnya sangat berpeluang meraih hasil bagus dalam pemilu berikutnya.

Tetapi ada beberapa faktor yang bisa mengadang kebangkitan partai ini. Pertama adalah aturan pemilu yang efektif berlaku tahun ini, di mana mempermudahkan sebuah partai meraih suara mayoritas dalam salah satu komite parlemen. (rm/cnn)

portal berita medan
informatif & terpercaya