Terdakwa Basuki Tjahaja Purnama menjalani sidang perdana di PN Jakarta Utara, Rabu (13/12).
Terdakwa Basuki Tjahaja Purnama menjalani sidang perdana di PN Jakarta Utara, Rabu (13/12).

Jakarta | rakyatmedan.com
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membacakan eksepsi atau nota keberatan dalam sidang perdana kasus dugaan penistaan agama, yang berlangsung di gedung bekas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada.

Dalam nota keberatannya, Ahok menceritakan kisahnya yang bersekolah di sekolah dasar dan SMP negeri dan mendapat ilmu pengetahuan agama Islam dari sekolah dan keluarga angkatnya yang beragama Islam.

"Saya tahu harus menghormati ayat-ayat suci Alquran," kata Ahok dengan suara parau karena menangis di gedung bekas PN Jakarta Pusat, Selasa (13/12).

Ahok juga menceritakan kisahnya ketika megangkat keranda jenazah sang ibu angkat yang beragama Islam, serta tidak mengenakan sandal atau sepatu saat berziarah demi menghormati agama dan keyakinan orangtua dan saudara-saudara angkatnya yang beragama Islam.

Karena itu, kata Ahok dia sangat sedih dituduh menistakan agama Islam. Tuduhan itu, ujar mantan bupati Belitung Timur itu, sama saja dengan menuduhnya tidak berterima kasih kepada orangtua dan keluarga angkatnya.

"Saya sangat sedih dituduh menista agama Islam, karena tuduhan itu sama saja saya dituduh menista orangtua dan kakak angkat saya yang sangat saya sayangi dan mereka sangat menyayangi saya," ujar Ahok dengan suara tercekat menahan tangis.

Saat persidangan berlangsung, massa di luar gedung memadati lokasi berunjuk rasa. Ruang sidang yang hanya berkapasitas 80 orang tak bisa menampung semua yang datang. (rm/l6)

portal berita medan
informatif
& terpercaya