Suasana di depan SDN 1 Sabu Barat setelah penganiayaan dilakukan tiga pria tak dikenal.
Suasana di depan SDN 1 Sabu Barat setelah penganiayaan dilakukan tiga pria tak dikenal.

Jakarta | rakyatmedan.com
Mabes Polri menjelaskan kronologi penyerangan yang dilakukan Irwansyah (32), yang menikam tujuh siswa SD di Seba, Kabupaten Sabu Raiju, NTT sekitar pukul 09.00 WITA, Selasa (13/12).

Karopenmas Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto mengatakan, peristiwa ini terjadi saat pelajaran tengah berlangsung, pelaku yang membawa sebilah pisau masuk ke ruangan kelas V SDN 1 Sabu Barat.

"Pelaku saat itu langsung menuju ke bangku belakang menghampiri anak perempuan berinisial NO, saat itu pelaku langsung memutar wajah SD tersebut dan menggorokkan korban dengan pisau yang dipegangnya pada bagian leher," kata Rikwanto, Selasa (13/12) sore.

Setelah pelaku melukai korban, pelaku melanjutkan aksinya dengan mencari korban lain di kelas tersebut. Teridentifikasi, ada tujuh korban yang dilukai pelaku.

Sementara, melihat temannya ditikam, siswa-siswi yang berada di kelas pun berhamburan keluar. Bahkan bocah-bocah itu berlarian melewati kantor Koramil 1627/04-Sabu Raijua yang posisinya tepat di sebelah SD tersebut.

"Mengetahui anak-anak SDN 1 Sabu Barat lari keluar, Danramil Sabu Raijua Mayor (Inf) I Ketut Nesa langsung memerintahkan anggot TNI untuk ke Lokasi SDN 1 Sabu Barat dan mengamankan pelaku," tambahnya.

Bersamaan dengan anggota TNI, anggota Polsek Sabu Barat yang dipimpin oleh Panit I Intel juga sudah memasuki area SDN 1 Sabu Barat dan langsung mengamankan serta mengevakuasi pelaku ke Mapolsek Sabu Barat.

Selain mengamankan pelaku, anggota TNI dan Polri juga membantu pihak sekolah untuk mendata para siswa dan siswi untuk selanjutnya diantar pulang ke rumahnya masing-masing.

Warga yang mengetahui pelaku dibawa ke Polsek Sabu Barat merasa emosi dan berbondong-bondong mendatangi Polsek tersebut. Mereka meminta polisi segera menyerahkan pelaku.

"Wakil Bupati Sabu Raiju Nikodemus Rihi Heke memasuki Mapolsek Sabu Barat dan membantu polisi untuk menenangkan warga masyarakat yang sudah tersulut emosi dan amarah," ucap Rikwanto.

Ditegaskan Rikwanto tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat ini, tujuh bocah yang mengalami luka-luka masih menjalani perawatan di Puskesmas Sabu Barat.

"Kondisi para korban tidak ada yang meninggal dan dalam perawatan di Puskesmas Sabu Barat. Situasi terkait peristiwa tersebut masih aman kondusif," sambung Rikwanto. Belum diketahui motif pelaku.

Berikut tujuh identitas bocah yang mengalami luka-luka akibat ulah pelaku:
1. JAA (11) mengalami luka robek pada pipi kiri, lengan kanan bagian dalam, dan luka robek di bagian telinga.

2. NOP (10) yang mengalami luka pada bagian leher dan bibir bagian depan.

3. MKY (8) mendapat luka pada leher dan luka pada jari telunjuk dan jari tengah.

4. GRR (11) mengalami luka pada leher dan pada jari.

5. DSK (11) mendapat luka bagian pada leher.

7. AT (10) mendapat luka di bagian leher

8. AMD (11) mendapat luka yang sama di bagian leher. (rm/bs)

portal berita medan
informatif & terpercaya