Ilustrasi
Ilustrasi

Pontianak | rakyatmedan.com
Seorang oknum guru wanita CP (36), yang mengajar di sekolah menengah pertama di Desa Olak Olak Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, tertangkap tangan saat menjual narkoba jenis sabu-sabu. Dia pun harus berurusan dengan polisi.

"Ditangkapnya CP, saat aparat kami menyamar sebagai pembeli sehingga tersangka tidak bisa mengelak lagi saat diamankan bersama barang bukti sabu-sabu seberat 1,3 gram," kata Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes (Pol) Suhadi SW di Pontianak, Jumat (16/12).

Kronologi penangkapan oknum guru tersebut bermula pada Kamis, 15 Desember, seorang petugas Polsek Kubu menyamar sebagai pembeli. Mereka kemudian sepakat bertransaksi di Dermaga Kubu.

"Begitu akan dilakukan transaksi, maka petugas kepolisian itu, langsung menangkap CP sehingga tersangka tidak bisa menghindar lagi karena di dalam dompetnya ditemukan 1,3 gram sabu-sabu yang dibungkus dalam dua kantong plastik kecil, bong dan sejumlah alat untuk menggunakan narkoba tersebut," ungkap Suhadi.

Kabid Humas Polda Kalbar, dalam kasus ini, mengaku sangat prihatin. Seorang pendidik yang seharusnya memberi contoh teladan kepada anak didiknya. Tapi, oknum guru tersebut justru malah jualan narkoba.

"Terungkapnya, oknum guru yang menjual narkoba itu, berdasarkan informasi dari masyarakat Desa Olak Olak Kubu yang resah dengan masuknya narkoba di wilayahnya, dan mereka curiga terhadap perilaku dan aktivitas oknum bu guru CP tersebut," kata dia.

Informasi tersebut langsung direspon oleh anggota Polsek Kubu. Hasilnya ternyata benar oknum guru tersebut telah menjual narkoba jenis sabu-sabu.

Dengan terungkapnya kasus itu, Suhadi mengimbau kepada masyarakat agar tidak segan-segan melaporkan kepada pihak kepolisian kalau melihat atau mendengar ada aktivitas mencurigakan maupun tindak kriminal di lingkungannya masing-masing. Polisi berjanji langsung menindaklanjutinya.  (rm/mtc)

portal berita medan
informatif & terpercaya