Aktivitas pengisian BBM di Terminal BBM Medan Group PT Pertamina di Labuhan Deli, Belawan, Jumat (2/9).
Aktivitas pengisian BBM di Terminal BBM Medan Group PT Pertamina di Labuhan Deli, Belawan, Jumat (2/9).


Jakarta | rakyatmedan.com
Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan penugasan, serta tarif listrik nonsubsidi sampai Maret 2017. Hal ini merupakan upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan, untuk sementara, harga Premium, Solar bersubsidi, dan minyak tanah ditetapkan tidak akan naik. Namun, pihaknya akan terus memperhatikan perkembangan harga minyak mentah dunia. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

“Dalam tiga bulan (Januari-Maret), penetapannya (harga BBM) tidak dinaikkan. Ini upaya pemerintah yang luar biasa supaya daya beli masyarakat tidak menurun,” kata Jonan dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (20/12).

Dengan demikian, sampai Maret 2017, harga BBM bersubsidi dan penugasan tidak berubah sejak 1 April 2016. Sesuai ketetapan pada April lalu, harga Solar dipatok Rp5.150 per liter, Premium Rp6.450 per liter, dan minyak tanah Rp2.500 per liter.

Tak hanya itu, pemerintah juga tidak akan menaikkan tarif listrik nonsubsidi.

“Tarif listrik juga tidak ada kenaikan sampai tiga bulan ke depan. Sampai Maret tidak ada kenaikan,” kata Jonan.

Sesuai pemberitahuan dalam situs PLN, pada Desember ini, tarif listrik pada Tegangan Rendah naik Rp10,72 per kWh dari Rp Rp1.462 per kWh menjadi Rp1.472,72 per kWh. Adapun tarif tegangan rendah meliputi golongan R1 dengan daya 1.300 Volt Ampere (VA) serta 2.200 VA, R2 dengan daya 3.500 VA hingga 5.500 VA, golongan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas, serta golongan B2 dengan daya 6.600 VA hingga 200 (kVA).

Untuk golongan tegangan menengah (TM), tarif listrik naik sebesar Rp8,23 per kWh menjadi Rp1.121,23 per kWh dibandingkan pada November sebesar Rp1.113 per kWh. Adapun tegangan menengah meliputi golongan B3 dengan daya di atas 200 kVA dan Golongan I3 dengan daya di atas 200 kVA.

Terakhir, untuk tarif tegangan tinggi (TT) naik sebesar sebesar Rp 7,66 per kWh menjadi Rp1.003,66 per kWh dibandingkan November Rp996 per kWh. Tarif tegangan tinggi mencakup golongan I4 yakni dengan daya di atas 30 mega volt ampere (mVA). Sementara tarif listrik Layanan Khusus naik menjadi Rp1.644 per kWh. (rm/id)

portal berita medan
informatif & terpercaya