Kapoldasu pada silaturahmi dengan para Pendeta, Pastur dan Pemuka Agama Budha se-Sumatera Utara dalam rangka Perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, di Polda Sumut, Rabu (21/12).
Kapoldasu pada silaturahmi dengan para Pendeta, Pastur dan Pemuka Agama Budha se-Sumatera Utara dalam rangka Perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, di Polda Sumut, Rabu (21/12).

Medan | rakyatmedan.com
Polda Sumut berjanji akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kristiani yang akan merayakan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.

Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menjelaskan, untuk memaksimalkan perayaan Natal, Polda Sumut akan menurunkan personil ke di gereja-gereja, tempat digunakan perayaan Natal, hingga pemukiman warga Tionghoa.

"Untuk pengamanan tahun baru aka di lakukan pengamanan di mall, simbol asing hingga pemukiman Tionghoa,” kata Kapoldasu pada silaturahmi dengan para Pendeta, Pastur dan Pemuka Agama Budha se-Sumatera Utara dalam rangka Perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, di Polda Sumut, Rabu (21/12).

Rycko menambahkan, Polri sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat proaktif memberikan pengamanan baik diminta oleh masyarakat maupun tidak diminta.

"Apalagi mobilisasi masyarakat pada hari Natal dan Tahun Baru cukup tinggi, terutama di tempat ibadah, pusat perbelanjaan, lokasi wisata, jalur transportasi darat, laut dan udara," sebut Rycko.

Sumatera Utara, lanjut Ricko, merupakan salah satu barometer keamanan Indonesia yang penduduknya sangat heterogen seperti pengalaman di Sumut terjadinya penembakan Pendeta Jam Surbakti (Oktober 2000), Curas di Bank Lippo Medan (Mei 2003), Perampokan di Bank CIMB Niaga Medan (Agustus 2010), Penyerangan di Mapolsek Hamparan Perak (Sept 2010), percobaan bom bunuh diri di Gereja Santo Yosep (Agustus 2016).

Untuk itu, Kapoldasu berharap para Pendeta, Pastur dan pemuka agama Budha untuk sama-sama membantu dan berkomitmen untuk menjaga situasi kamtibmas terutama menjelang Natal dan Tahun Baru.

Polda Sumut rencananya akan melaksanakan Operasi Lilin mulai 23 Desember 2016 - 1 Januari 2017. Sasaran operasi tersebut dengan adanya ancaman utama seperti serangan teroris (bom bunuh diri, bom tas, bom buku, bom pipa, bom mobil), intoleransi (lakukan sweeping, melaksanakan kekerasan / serangan pada kegiatan agama dan komunitas Tionghoa) juga masalah lantas seperti kecelakaan dan kemacetan dan tindak pidana konvensional (curas, curat, curanmor dan narkoba). (rm-05)

portal berita medan
informatif
& terpercaya