Ilustrasi kawasan ekonomi khusus. (foto ant: Basri)
Ilustrasi kawasan ekonomi khusus. (foto ant: Basri)


Jakarta | rakyatmedan.com
PT Pertamina, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pelabuhan Indonesia I dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) membentuk konsorsium untuk mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun dan Lhokseumawe, Nangroe Aceh Darusalam (NAD).

Pembentukan konsorsium ini merupakan tindak lanjut dari penugasan Kementerian Perindustrian, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur NAD.

Direktur Gas Pertamina Yenni Andayani menyebutkan, pengelolaan kawasan ekonomi ini merupakan tindak lanjut dari upaya merevitalisasi aset perusahaan yang berada di Arun.

Nantinya Pertamina akan menjamin ketersediaan energi gas untuk industri di KEK itu, PT Pupuk Iskandar Muda akan mengembangkan kawasan industri petrokimia yang ramah lingkungan, Pelindo I akan menangani pelabuhan dan logistik, sedangkan PDPA akan mengembangkan agro industri pendukung ketahanan pangan.

"Kami sangat yakin dengan kawasan ekonomi ini karena Arun berpotensi untuk menjadi gerbang pasar berorientasi ekspor," ujar Yenni, saat penandatanganan perjanjian konsorsium, di Jakarta, Kamis (22/12).

Kepala Subdirektorat Pengembangan Kawasan Industri, Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin Kusdarmastuti Fransisca mengatakan, proses pembentuk-an KEK ini sudah dimulai sejak Maret 2015 lalu sesuai dengan instruksi Presiden untuk membentuk KEK berbasis industri yang sudah ada di Arun.

"Jika memang KEK sudah dibentuk, kawasan ini bisa mendapatkan insentif perpajakan sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 104 Tahun 2016. Dengan demikian, arus kegiatan ekonomi di KEK bisa lebih efisien dan bisa mempercepat pembangunan di Aceh," tuturnya.

Di sisi lain, Plt Gubernur Aceh Soedarmo menuturkan bahwa ia dan konsorsium tengah menunggu Peraturan Pemerintah (PP) terkait penetapan KEK Arun-Lhokseumawe. agar status konsorsium bisa memiliki kekuatan hukum.

Dengan pembentukan KEK itu, Soedarmo meyakini bahwa akan ada investasi sebesar USD3,7 miliar dan tercipta lapangan pekerjaan baru sebanyak 40 ribu orang. (rm/miol)

portal berita medan
informatif & terpercaya