Evakuasi besar-besaran warga Fiji saat dilanda gempa (Foto: ABC)
Evakuasi besar-besaran warga Fiji saat dilanda gempa (Foto: ABC)


Suva | rakyatmedan.com
Badan Survei Geologis Amerika Serikat (USGS) melaporkan gempa dangkal berkekuatan 7,2 skala richer mengguncang lepas pantai Fiji, Rabu (4/1).

Sesaat setelah gempa, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik menuturkan, guncangan ini berpotensi menimbulkan gelombang laut berbahaya sejauh 300 kilometer dari pusat gempa.

Namun tak lama kemudian, badan itu melaporkan tak ada ancaman tsunami.

Gempa dengan kedalaman 15 kilometer ini berpusat sekitar 283 kilometer dari ibu kota Fiji, Suva, diikuti dengan dua gempa susulan yang lebih kecil.

Warga di Nadi, sisi barat Pulau Fiji, merasa sedikit guncangan saat gempa terjadi. Namun, tidak ada kerusakan yang mereka laporkan usai gempa terjadi.

Sementara itu, Geoscience Australia memaparkan kerusakan struktural akibat guncangan gempa diperkirakan terjadi pada radius 110 kilometer, jauh dari daratan terdekat.

"Kerusakan struktural terjadi sekitar 200 kilometer dari lepas pantai yang merupakan anugerah jika dilihat dari segi getaran dan kerusakan," ujar ahli seismologi Geoscience Australia, Jonathan Bathgate, kepada AFP, Rabu (4/1).

Pulau Fiji terletak di area "Cincin Api'" Pasifik, zona tektonik paling aktif dengan banyak aktivitas gempa bumi dan juga letusan gunung berapi.

Awal pekan ini, gempa berkekuatan 6,3 skala richer juga melanda selatan Fiji, sementara gempa berkekuatan 7,9 skala richer menghantam Papua Nugini pada Desember lalu.

Menurut Bathgate, gempa bumi ini sebagian besar didorong pergerakan lempeng tektonik Australia. Meskipun begitu, gempa jarang menimbulkan kerusakan yang berarti.

"[Lempeng] bergerak tujuh sentimeter ke arah timur laut setiap tahunnya. Inilah yang menyebabkan gempa di wilayah Pasifik dan biasanya pusat gempa cukup dalam. Gempa kali ini tidak biasa karena terjadi di kedalaman yang cukup dangkal," katanya.  (rm/cnn)

portal berita medan
informatif & terpercaya