Menteri Pertahanan Australia, Marise Payne.
Menteri Pertahanan Australia, Marise Payne.


Jakarta | rakyatmedan.com
Kerjasama militer yang ditolak oleh pemerintah Indonesia dengan Australia membuat Menteri Pertahanan (Menhan) Australia akan melakukan penyelidikan terkait masalah yang pernah melanda kedua negara.

Hal ini disampaikan oleh Menhan Australia, Marise Payne, bahwa semua ini bermula dengan kekhawatiran seorang perwira TNI terkait fasilitas bahasa Angkatan Darat di negaranya pada tahun lalu.

"Angkatan Darat telah memeriksa masalah serius yang disampaikan dan penyelidikan atas insiden tersebut sedang dilaksanakan," ujar Payne, Rabu (4/1).

Menhan Australia berharap masalah kedua negara terkait masalah yang membuat kerjasama militer ini tidak bisa terjalin dapat diselesaikan agar kerjasama kembali terjalin di bidang militer.

Menurut Kapuspen TNI, Wuryanto mengatakan, kerjasama militer Australia dengan Indonesia tidak menguntungkan bagi Indonesia dan justru merugikan bangsa yang besar ini.

"Kerjasama bilateral antar dua negara, antar angkatan bersenjata harus saling menguntungkan, bisa memberi manfaat, saling menghormati, menghargai," katanya.

Sementara segala kerja sama militer dengan Australia diberhentikan resmi oleh Panglima TNI. Hal itu tercatat dalam surat Panglima TNI pada 9 Desember 2016 tentang penghentian kegiatan kerjasama militer ADF Australia dan TNI.

portal berita medan
informatif & terpercaya