Osama bin Laden bersama putranya Hamza (foto kompas)
Osama bin Laden bersama putranya Hamza (foto kompas)


Washington | rakyatmedan.com
Pemerintah Amerika Serikat (AS), Kamis (5/1), menambah nama putra pendiri Al Qaeda, Osama bin Laden ke dalam daftar teroris.

Hamza bin Laden, masuk sebagai salah satu dari 239 teroris dalam sebuah daftar yang dirinci oleh Kementerian Luar Negeri sejak 2012.

Pihak Kemlu AS menandai Hamza bin Laden, 27, secara khusus ditetapkan sebagai Teroris Global Utama (SDGT). SDGT adalah sanksi yang dijatuhkan terhadap orang asing yang diduga telah melakukan atau menimbulkan risiko serius dari tindakan terorisme yang mengancam keamanan nasional, kebijakan luar negeri, atau ekonomi AS.

Dilansir Fox News, Kamis (5/1), pemimpin senior al-Qaeda Ayman al-Zawahiri sebelumnya mengumumkan Hazma bin Laden sebagai anggota resmi dari kelompok terorisnya. Pesan itu juga berisi ancaman balas dendam putra Bin Laden terhadap Amerika Serikat -- terutama menyerukan serangan pelaku tunggal atas Washington, Paris, dan Tel Aviv.

Pihak Negeri Paman Sam mengatakan, pada 2016, Bin Laden menyerukan Arab untuk bersatu dengan afiliasi Al Qaeda di Yaman agar "berperang" melawan Kerajaan Arab Saudi.

"Hamza bin Laden ditetapkan sesuai Perintah Eksekutif 13224 karena ia cocok dengan kriteria untuk penandaan teroris," kata Rhonda Shore, juru bicara Biro Kontra Terorisme dan Perlawanan Ekstrimisme Kekerasan di Kemenlu AS, kepada Fox News.

"Pada 9 Juli 2016, Al Qaeda mengeluarkan pesan audio lain dari Hamza bin Laden yang mengancam balas dendam terhadap AS dan memperingatkan warga negara Amerika bahwa mereka akan menjadi sasaran baik di AS dan luar negeri," tambahnya.

Jubir Kemenlu AS berkata bahwa daftar semacam ini butuh waktu yang luas untuk dipersiapkan, dan sebutan teroris biasanya memerlukan proses berbulan-bulan yang melibatkan tidak hanya Menteri Luar Negeri dan Deplu, tapi juga Menteri Keuangan dan Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri dalam Kemenkeu AS.

Menurut Shore, sebutan teroris digunakan untuk mengekspos dan mengisolasi organisasi dan individu, menjatuhkan sanksi serius pada mereka, dan memungkinkan tindakan terkoordinasi di seluruh Pemerintah AS, dan internasional, guna menghancurkan aktivitas teroris, seperti menolak akses mereka ke sistem keuangan AS, dan memungkinkan tindakan penegakan hukum AS.

Kemenlu AS menyebut langkah itu sebagai satu "peranti ampuh," dan sebuah langkah untuk memberitahu publik AS dan masyarakat internasional bahwa bin Laden "terlibat aktif dalam terorisme."

Kantor Direktur Intelijen Nasional (DNI) dan Pusat Kontraterorisme Nasional (NCTC) tidak segera menanggapi permintaan Fox News untuk berkomentar mengenai keberadaan Hamza bin Laden.

portal berita medan
informatif
& terpercaya