Amirulloh Adityas Putra. Foto: Facebook
Amirulloh Adityas Putra. Foto: Facebook

Jakarta | rakyatmedan.com
Kasus meninggalnya seorang taruna tingkat satu Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Jakarta Utara atas nama Amirulloh Adityas Putra (18) pada Rabu (11/1) kembali mencoreng dunia pendidikan.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan langsung bereaksi cepat dengan membebastugaskan Ketua STIP Capt. Weku Frederik Karuntu, MM dan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) pada hari yang sama.

Pihak Kementerian Perhubungan juga membentuk tim investigasi internal untuk mempermudah pelaksanaan evaluasi terhadap institusi STIP.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya sudah memberikan instruksi pada kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan agar lebih meningkatkan pengawasan serta pembinaan baik secara edukasi dan moral pada taruna dan taruni di sekolah tersebut.

Agar kasus serupa yang sudah terjadi berulang kali sejak lima tahun silam, Budi juga sudah memberikan peringatan kepada para pengelola atau manajemen STIP untuk melaksanakan standar prosedur pengawasan dan pencegahan tindakan kekerasan.

Badan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan juga disebutkannya sudah membentuk tim investigasi internal guna melakukan investigasi kasus tersebut. Tim investigasi diketuai oleh Sekretaris BPSDM Perhubungan, Edward Marpaung.

Tak lupa, Menhub Budi Karya Sumadi juga mengucapkan turut ber-belasungkawa atas meninggalnya Amirulloh Adityas Putra (19), taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Tingkat I Angkatan Tahun 2016 Jurusan Nautika pada Selasa (10/1) kemarin malam yang dianiaya oleh seniornya.

Kementerian Perhubungan juga akan bertanggungjawab terhadap biaya yang timbul dari seluruh proses mulai dari rumah sakit sampai dengan pemakaman. Selain itu Kemhub telah menyerahkan penanganan kasus ini kepada Kepolisian agar para pelaku penganiayaan diproses sesuai hukum yang berlaku. (rm/sp)

portal berita medan
informatif & terpercaya