Kondisi pos Polisi yang diledakan bom di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, 14 Januari 2016. Menurut saksi mata di kawasan tersebut telah terjadi diduga teror bom dan baku tembak antara Polisi dan pelaku teror.
Kondisi pos Polisi yang diledakan bom di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, 14 Januari 2016. Menurut saksi mata di kawasan tersebut telah terjadi diduga teror bom dan baku tembak antara Polisi dan pelaku teror.


Washington | rakyatmedan.com
Amerika Serikat (AS) memasukkan pelaku serangan teror tahun lalu di Jakarta dalam daftar hitam sebagai organisasi teroris yang perlu diwaspadai.

Kementerian Luar Negeri AS mengatakan bahwa organisasi teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berbasis di Indonesia yang dibentuk tahun 2015 ini berafiliasi dengan Islamic State (ISIS).

Dilansir AFP, Rabu (11/1), para pejabat Kemenlu AS menegaskan, serangan pada Januari 2016 di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta ini didukung secara finansial oleh ISIS. Akibat insiden ini, empat warga sipil tewas berikut empat penyerang juga tewas.

AS juga menjatuhkan sanksi kepada empat militan kelompok teror sebagai bagian dari upaya untuk memutus akses ISIS dalam sistem keuangan internasional. Dua di antaranya adalah WNI.

Bahrumsyah, seorang WNI, diyakini sebagai pemimpin ISIS di Asia Tenggara. ISIS mentransfer pasokan dana untuk melancarkan serangan di Asia Tenggara lewat tangan Bahrumsyah.

Militan asal Indonesia lainnya yang dicurigai AS adalah Aman Abdurrahman. Sejak 2010, dirinya telah mendekam di penjara. Namun dari dalam penjara, ia masih bisa mengendalikan militan-militan lainnya dan berkomunikasi dengan para pemimpin ISIS di Suriah.

Selain itu, ada pula warga negara Australia bernama Neil Christopher Parkash yang diduga menjadi perekrut anggota ISIS paling senior di Australia.

Terakhir, AS menjatuhkan sanksi kepada Khaled Sharrouf yang sempat muncul dalam sebuah foto dengan memegang kepala terpenggal.

JAD dilaporkan telah terhubungan dengan serangkaian ancaman teroris di Indonesia. Menurut laporan yang dirilis AS, JAD juga melakukan serangan bom di Samarinda dan serangkaian rencana bom saat perayaan Natal.

portal berita medan
informatif
& terpercaya