Tengku Zulkarnain saat dihadang oleh tentara Dayak
Tengku Zulkarnain saat dihadang oleh tentara Dayak

Sintang | rakyatmedan.com
Sejumlah pemuda suku Dayak menolak kedatangan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain dan rombongannya di Bandara Susilo, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Kamis (12/1) pagi.

Penolakan terjadi karena warga menerima informasi bahwa Tengku melontarkan pernyataan yang melecehkan warga Dayak melalui media sosial.

Menurut Kepala  Bidang Humas Polda Kalimantan Barat Komisaris Besar Suhadi, warga menolak kedatangan Zulkarnain karena pernyataan provokatifnya soal Suku Dayak melalui akun media sosial.

Peristiwa bermula saat sekitar 30 anggota dewan adat berada di bandara untuk menyambut kedataangan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Jefray Edward dan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis. Keduanya datang ke Sintang untuk menghadiri pelantikan pengurus DAD periode 2017-2022.

"Saat menunggu kedatangan Jefray dan Cornelis, anggota dewan adat ini menerima informasi bahwa Zulkarnain bersama Kepala Pondok Pesantren LPKA Kabupaten Bengkayang M Effendy Khoiri dan Lukmanul Hakim akan tiba di Kabupaten Sintang," kata Suhadi dalam keterangan tertulis.

Para anggota dewan adat ini kemudian menolak kedatangan Zulkarnain.

Karena adanya penolakan, Zulkarnain lantas tak jadi turun dari pesawat dan kembali terbang menuju Pontianak.

Sementara Itu Sekjen MUI Anwar Abbas mengaku menerima informasi ada penolakan tersebut.

Anwar mendapat kabar adanya penolakan dari Zulkarnain. "Dikabarkan pada mereka, FPI mau melantik cabangnya, tapi sudah dijelaskan tetap saja mereka menolak," kata Anwar dalam pesan singkatnya.

Para penolak tersebut dikabarkan mengejar Zulkarnain hingga ke pintu pesawat dengan membawa senjata tajam.

Sementara itu Zulkarnain sendiri dalam akun Twitternya, @UstadTengku, menulis kicauan, "Alhamdulillah saya sehat Wal 'Afiat tidak kurang apapun. Orang-orang bawa Mandau (Golok) ke Runway sampai pintu pesawat".  (rm/cnn)

portal berita medan
informatif & terpercaya