Ilustrasi
Ilustrasi

Lampung | rakyatmedan.com
Penjaga ruko (rumah toko) tewas diduga dibunuh oleh kawanan perampok. Korban bernama Adi Suryadi (35) mengalami luka disekujur tubuh. Perampokan itu terjadi saat pemilik toko Wilson Sihombing sedang berlibur ke Medan.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh anaknya bernama Aladin (10), di ruko kawasan Way Tenong, Fajar Bulan, Lampung Barat. Saat itu Aladin hendak mengantarkan makanan untuk orang tuanya pada Minggu pagi.

Warga tahu toko kelontong itu selalu ramai karena memang sangat banyak pelanggannya. Putra korban seperti biasa pagi itu mengantarkan makanan untuk orangtuanya. Dia sempat memanggil-manggil bapaknya tapi tidak ada jawaban, padahal pintu toko saat itu dalam kondisi terbuka.

Karena tidak ada jawaban, Aladin masuk ke dalam toko dan kaget luar biasa ketika melihat bapaknya dalam kondisi tidak bergerak bersimbah darah akibat sejumlah luka tusukan di tubuhnya. Darah segar korban masih mengalir membasahi kasur. Aladian teriak minta tolong hingga mengundang parhatian warga sekitar.

Tak lama polisi datang mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) yang kondisinya berantakan. Polisi menyebutkan luka korban terlihat antara lain di tangan perut, dada dan leher. Pelaku juga mengikat tangan dan kaki korban.

Melihat kondisi ruangan, diduga pelaku masuk dengan cara menjebol pintu. Karena di TKP tertinggal palu dan peralatan lainnya.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Dra Sulistyaningsih mengatakan, pihaknya telah menghubungi pemilik toko agar segera pulang untuk dikonformasi.

“Petugas belum tahu apa saja yang hilang. Kita sudah hubungi pemiliknya agar bisa dimintai keterangan. Diduga korban dibunuh menjelang Subuh karena saat ditemukan darah korban masih mengalir,” ujar Sulis. (rm/bc)

portal berita medan
informatif & terpercaya