Pasukan perdamaian Indonesia yang tergabung dalam UNAMID dikabarkan ditangkap oleh pemerintah Sudan.
Pasukan perdamaian Indonesia yang tergabung dalam UNAMID dikabarkan ditangkap oleh pemerintah Sudan.

Barangbukti senjata yang disita otoritas Sudan.

 
Jakarta | rakyatmedan.com
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Wuryanto mengemukakan tidak benar ada anggota TNI yang terlibat selundupkan senjata di Sudan. Memang ada kejadian penyelundupan tersebut, tetapi aparat TNI sama sekali tidak terlibat.

"Benar ada kejadian seperti itu. Tetapi saya pastikan tidak ada anggota TNI yang terlibat," kata Wuryanto di Jakarta, Senin (23/1).

Ia menjelaskan, pihaknya sudah mengecek informasi tersebut ke beberapa pihak. Pertama adalah komandan pasukan perdamaian PBB di New York, Amerika Serikat. Dari komandan tersebut dinyatakan tidak ada anggota TNI terlibat.

Kedua, mengecek ke komandan lapangan‎ pasukan perdamaian PBB di Sudan. Dari komandan di Sudan, juga dinyatakan tidak ada keterlibatan anggota TNI. Ketiga, pengecekan ke komandan Satuan Tugas dari TNI yang memimpin di Sudan. Komandan Satgas juga menyampaikan hal yang sama. Dengan demikian sangat jelas anggota TNI tidak terlibat dalam kegiatan penyelundupan.

Dia menjelaskan, ada dua pasukan dari Indonesia yang berada di Sudan yaitu pasukan TNI dan pasukan kepolisian. Dia tidak menyebut apakah yang dinyatakan terlibat itu dari kepolisian atau bukan. Pihaknya meminta untuk klarifikasi ke Kementerian Luar Negeri. Dia hanya tegaskan dari TNI, tidak ada yang terlibat.

Sebagaimana diberitakan, Pemerintah Sudan menyebutkan ada pasukan perdamaian dari Indonesia yang ditangkap Polisi Sudan karena tertangkap menyelundupkan senjata. Namun belum disebutkan anggota yang menyelundupkan, apakah anggota TNI atau Polri.‎ (rm/sp)

portal berita medan
informatif & terpercaya