Warga saat membersihkan tanah longsor di Nagori Parjalangan, Kecamatan Dolok Pardamean, Selasa (24/1). (foto : Istimewa).
Warga saat membersihkan tanah longsor di Nagori Parjalangan, Kecamatan Dolok Pardamean, Selasa (24/1). (foto : Istimewa).

Simalungun | rakyatmedan.com
Nahas nasib lima warga Dusun Bah Binoman, Nagori (Desa) Parjalangan, Kabupaten Simalungun, tertimbun tanah longsor saat gotong royong di sekitar permukiman, Selasa (24/1).

Melihat hal tersebut warga pun langsung berbondong-bondong menolong lima orang korban yang diketahui bernama Sakiben Saragih (50), Hotsen Simarmata (39), Jenri Siboro (35), Jalasmen Sijabat (50), dan Roben Saragih, hingga terhindar dari kematian.

Kepala Desa Parjalangan, Kecamatan Dolok Pardamean, Derianser Purba mengatakan, pada pukul 09.00 WIB warga mengadakan kegiatan gotong royong menimbun jalan yang rusak dan membersihkan saluran drainase.

Namun kira-kira tengah hari, terjadi longsor dari perbukitan di sekitar lokasi gotong royong akibat tergerus hujan yang turun sepanjang tengah hari dan kemarin.

"Setelah sekitar satu jam melakukan pencarian, para korban berhasil ditemukan dalam keadaan hidup dan dilarikan ke Puskesmas Raya Huluan," kata Derianser.

Dua di antaranya yang kondisinya cukup parah, dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuan Rondaiham Pamatang Raya guna mendapatkan perawatan intensif.

Camat Dolok Pardamean, Rediana Naibaho menegaskan, tidak ada korban jiwa pada kejadian longsor di Dusun Bah Binoman Desa Parjalangan, dan kelima warga masih menjalani perawatan di Puskesmas Raya Huluan dan RSUD Tuan Rondaihaim.

portal berita medan
informatif
& terpercaya