Roket yang membawa Satelit Jepang Kirameki-2 (Foto: AFP).
Roket yang membawa Satelit Jepang Kirameki-2 (Foto: AFP).

Tokyo | rakyatmedan.com
Jepang meluncurkan satelit komunikasi militer pertamanya, Selasa (24/1). Peluncuran ini ditujukan demi meningkatkan kapasitas broadband bagi Pasukan Bela Diri (SDF) mereka.

SDF sedang memperkuat sebuah rantai pulau yang membentang di sepanjang tepi selatan Laut China Timur. Satelit lepas landas dari pangkalan antariksa Tanegashima, Jepang, dengan sebuah roket H-IIA pada pukul 07:44 GMT.

"Satelit telah berhasil memasuki orbit," ucap Jurubicara Mitsubishi Heavy Industries, yang membangun peluncur tersebut, seperti dikutip Reuters, (24/1).

Menurut Japan Times, satelit komunikasi pertama itu merupakan program Kementerian Pertahanan Jepang. Roket H-IIA membawa satelit komunikasi pertahanan Kirameki-2 diluncurkan oleh Mitsubishi Heavy Industries Ltd dari Agensi Explorasi Luar Angkasa Jepang di Pangkalan Antariksa Tanegashima di Prefektur Kagoshima.

Satelit Kirameki-2, satu dari tiga satelit komunikasi pertahanan, akan menggantikan tiga satelit sipil yang saat ini digunakan oleh Pasukan Bela Diri Jepang.

Menurut pejabat Kemenhan Jepang, satelit baru akan meningkatkan komunikasi langsung antara unit darat, laut dan air Pasukan Bela Diri melalui kecepatan tinggi dan jaringan berkapasitas tinggi di tengah peningkatan aktivitas rudal Korea Utara dan ancaman potensial terhadap pulau-pulau terpencil Negeri Matahari Terbit.

Kemenhan Jepang berencana mematok posisi Kirameki-2 di atas Samudera Hindia dan berharap satelit juga dimanfaatkan oleh personel SDF mengambil bagian dalam operasi penjaga perdamaian PBB di Sudan Selatan dan mereka yang berpartisipasi dalam misi anti-pembajakan di perairan Somalia.

Peluncuran Kirameki-2 mendahului Kirameki-1, yang menjalani perbaikan setelah mengalami kerusakan selama transportasi ke lokasi peluncuran di Guyana, Amerika Selatan.

Peluncuran Kirameki-1, awalnya ditetapkan Juli tahun lalu, kini dijadwalkan di awal Maret 2018. Sedangkan pada Kirameki-3 direncanakan akhir tahun fiskal 2020, kata para pejabat. Kirameki-1 diharapkan beroperasi di atas Samudera Pasifik dan Kirameki-3 di atas angkasa Jepang.

"Total biaya untuk pembangunan Kirameki-1 dan 2 adalah sekitar 130 miliar Yen (setara USD1,1 miliar)," kata mereka seperti disitat Japan Times.

Kementerian itu akan mengoperasikan satelit komunikasi baru, yang menggunakan teknologi radar X-band, selama sekitar 15 tahun. Rentang frekuensi X-band secara luas digunakan untuk komunikasi militer.

portal berita medan
informatif & terpercaya