Bupati Buton,Samsul Umar Abdul Samiun. (Istimewa)
Bupati Buton,Samsul Umar Abdul Samiun. (Istimewa)

Jakarta | rakyatmedan.com
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Buton nonaktif, Samsu Umar Abdul Samiun di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Rabu (25/1). Samsu Umar ditangkap setelah melakukan perjalanan dari Kendari-Makassar-Jakarta sekitar pukul 17.30 WIB.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebelumnya menolak gugatan praperadilan yang diajukan Samsu Umar atas statusnya sebagai tersangka kasus dugaan suap sengketa Pilkada Buton di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Penangkapan terhadap SUS (Samsu Umar Abdul Samiun) kita tangkap di Bandara Cengkareng. Tim sudah diturunkan di lokasi di Bau-bau dan juga di Jakarta. Hasil koordinasi memutuskan adalah penangkapan pascaputusan praperadilan dalam kasus suap terhadap akil. Ditangkap di Cengkareng setelah melakukan perjalanan dari Kendari," Makassar, Jakarta," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/1).

Dikatakan Febri, penangkapan ini dilakukan lantaran Samsu Umar telah tiga kali mangkir dari pemeriksaan tim penyidik KPK. Untuk itu, Febri menegaskan, penangkapan ini merupakan peringatan kepada tersangka korupsi lain agar memenuhi panggilan penyidik KPK dan menjalani proses hukum sebaik-baiknya.

"Ini pelajaran bagi tersangka yang lain agar segera memenuhi panggilan KPK dengan upaya sebaik-baiknya. Kami sudah layangkan panggilan tiga kali, dan penjadwalan ulang juga. Upaya persuasif juga sudah dilakukan, tapi yang bersangkutan tidak datang," tegasnya.

Samsu Umar yang kembali maju dalam Pilkada Buton diduga bakal ditahan penyidik KPK. Disinggung mengenai hal ini, Febri mengatakan, pihaknya memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status Samsu Umar selanjutnya.

"Kami punya waktu 1x24 jam untuk melakukan tindakan hukum berikutnya. Penangkapan ada batas waktu 24 jam untuk dilakukan penahanan atau tidak," katanya. (rm/sp)

portal berita medan
informatif & terpercaya