Komplotan pelaku pencurian rumah diamankan petugas Reskrim Polsek Sunggal.
Komplotan pelaku pencurian rumah diamankan petugas Reskrim Polsek Sunggal.

Medan | rakyatmedan.com
Komplotan pelaku pencurian rumah salah satu karyawan Telkom, Yoseph Muchtar (54), warga Jalan setiabudi pasar 2, Kecamatan Medan Selayang, yang berhasil diringkus petugas Reskrim Polsek Sunggal, Kamis (2/2). Satu tersangka di antaranya dihadiahi timah panas.

Empat pelaku yang diamankan yakni Bobi Sembiring, (29) warga Jalan Kapten Muslim, Helvetia dan Joko Andreanto (25) warga Jalan Karya, Medan Johor.

Dua tersangka penadah barang hasil kejahatan yakni Satriawan (36) warga Jalan Sutomo Ujung dan Armansyah (30) warga Jalan Sei Mencirim, Sunggal juga ikut diangkut polisi.

Penangkapan para tersangka atas laporan korban, Yoseph Muchtar yang membuat laporan LP/111/I/2017 tanggal 18 Januari 2017 lalu ke Polsekta Sunggal. Kediaman Yoseph yang merupakan pegawai Telkom di Jalan Setia Budi, Pasar 2, Medan Selayang disatroni Bobi cs sekira pukul 21.00 WIB.

Aksi perampokan bermula ketika Bobi cs menaiki mobil Terios menuju kediaman korban. Kemudian Joko Andreanto dan pelaku inisial D (DPO) berjaga-jaga didalam mobil. Sedangkan Bobi dan JP (DPO) masuk kedalam rumah korban dengan cara merusak kunci gembok pasar dan merusak pintu garasi.

Selanjutnya Bobi dan JP menjarah barang-barang berharga milik korban. Pada saat menjarah korban melihat Bobi dan JP hingga akhirnya terjadi perkelahian. Tersangka JP yang memegang airsoft gun langsung menodongkannya ke korban. Lalu Bobi memukul badan korban. Setelah puas menjarah harta berharga korban, Bobi dan JP melarikan diri meninggalkan korban yang tak sadarkan diri.

Dari aksi perampokan itu, komplotan perampok berhasil membawa 1 laptop merek Asus, 1 kamera merek Nikon, 1 cincin emas bermata blue safir, 1 cincin emas putih, 1 gelang emas putih, 1 pasang kerabu, 1 kerabu emas putih, 1 kalung emas putih bermata permata, 1 cincin berlian, 1 pasang anting emas putih batu mutiara, uang Rp1 juta serta surat berharga lainnya.

Dari laporan korban, polisi melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap pelaku. Penyelidikan membuahkan hasil, polisi mendapatkan informasi soal keberadaan tersangka. Bobi diringkus di kawasan Jalan Ringroad/Gagak Hitam. Dari hasil keterangan Bobi polisi melakukan pengembangan dan meringkus 3 tersangka lainnya, yakni Joko Andreanto, Satriawan dan Armansyah dari kediamannya masing-masing.

Pada saat pengembangan, Bobi berusahakan melarikan diri. Dua kali tembakan peringatan tak digubris Bobi, alhasil polisi menembak kaki kirinya. Selanjutnya, Bobi dibawa ke RS Bhayangkara.
Dari para tersangka ini, polisi menyita barang bukti 1 pistol airsoft gun, 1 magazine airsoft gun, 1 borgol, 1 alat kejut strum, 2 besi pencongkel, 2 ponsel, 1 tablet merek Mito, 3 kunci letter T, mata uang asing dan 2 jam tangan.

Kapolsekta Sunggal Kompol Daniel Marunduri mengatakan ada empat orang tersangka ditangkap dua diantaranya berperan sebagai penadah. Sedangkan dua pelaku inisial JP dan D hingga saat ini masih dalam pengejaran.

"Yang kita amankan 4 orang, 2 diantaranya seorang penadah. Dua tersangka lainnya inisial JP dan D masih dalam pengejaran kita. Satu tersangka Bobi terpaksa kita tembak karena berusaha kabur saat pengembangan," ungkap Daniel, Jumat (3/2).

Sambung mantan Kanit Jahtanras Polrestabes Medan ini lagi, para tersangka juga tak segan-segan melukai korbannya.

"Para tersangka ini juga enggak segan-segan melukai para korbannya. Saat beraksi, korban (Yoseph) sempat ditodong airsoft gun oleh tersangka lalu dipukul hingga tak sadarkan diri. Para tersangka juga sudah beberapa kali beraksi merapok rumah-rumah mewah," ungkap Daniel.

‎Sementara itu Joko Andreanto juga mengakui telah beberapa kali merampok di rumah-rumah warga.

"Aku berperan masuk ke dalam rumah, yang lain nunggu dalam dimobil. Mobil itu kami rental pak. Sebagaian barang bukti sudah kami jual sama penadah. Uangnya kami bagi-bagi pak," tutur Joko. (rm-03)

portal berita medan
informatif
& terpercaya