20 Kg Sabu Asal Malaysia Ditemukan di Dalam Ban Serep

36
Dua tersangka penyelundupan sabu dalam ban serap mobil diamankan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai di kawasan perbatasan Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan Barat.
Dua tersangka penyelundupan sabu dalam ban serap mobil diamankan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai di kawasan perbatasan Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan Barat.

Pontianak | rakyatmedan.com
Sindikat narkotika jaringan internasional kembali melakukan improvisasi modus penyelundupan narkoba. Kali ini dengan menggunakan ban serep mobil yang ditumpangi Budi Wahyudi (45), warga Kabupaten Kubu Raya dan Hendra Yani alias Iyan (32), warga Kabupaten Mempawah.

Keduanya diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai di kawasan perbatasan Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan Barat.

Adapun pengungkapan kasus penyelundupan narkoba dari Malaysia itu dilakukan pada Sabtu 4 Februari 2017, sekitar pukul 22.45 WIB, dalam dua ban belakang mobil Mitsubishi Strada bernomor polisi KB 9703 QD. Masing-masing ban tersebut berisi sepuluh kilogram sabu.

Dari informasi yang dihimpun, diketahui jika mobil itu ditumpangi Budi Wahyudi (45), dan Hendra Yani alias Iyan (32). Mobil yang disopiri Iyan ini, dihentikan petugas saat melewati perbatasan Jagoi Babang yang berbatasan langsung dengan Serikin, Sarawak, Malaysia.

Saat petugas melakukan penggeledahan terhadap mobil tersebut, petugas menemukan sepuluh kilogram sabu di dalam masing-masing ban yang dikemas menjadi belasan paket.

Pengungkapan itu berhasil dilakukan usai petugas mendapatkan informasi adanya penyelundupan sabu asal Negeri Jiran ke Indonesia melalui Kalbar.

Pengungkapan penyelundupan 20 kg narkoba jenis sabu dalam ban mobil, di perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, dibenarkan oleh Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Slamet Pribadi.

Ia mengaku sudah mendapat konfirmasi terkait upaya penyelundupan narkoba itu. “Saya sudah mendapat konfirmasi dari Deputi Pemberantasan BNN. Bahwa pengungkapan kasus narkoba di perbatasan Kalbar itu benar,” kata Slamet, Selasa (7/2).

Kendati masih dalam pengembangan kasus oleh pihak penyidik, Slamet belum bisa menjelaskan lebih rinci kronologis pengungkapan sabu dalam ban tersebut. “Mohon bersabar. Kronologisnya menyusul. Nanti ada keterangan resmi dari BNN,” ujarnya.

portal berita medan
informatif & terpercaya