Mario Pasalic menjadi pahlawan kemenangan AC Milan di markas Bologna
Mario Pasalic menjadi pahlawan kemenangan AC Milan di markas Bologna.

Bologna | rakyatmedan.com
AC Milan berhasil petik kemenangan penting saat mendatangi markas Bologna dalam lanjutan Liga Italia Serie-A, Kamis (9/2) dini hari WIB. Bermain dengan sembilan orang, I Rossoneri berhasil curi gol lewat Mario Pasalic pada menit terakhir pertandingan.

Pertandingan ini seharusnya dimainkan pada akhir Desember tahun lalu. Akan tetapi, karena Milan harus bermain di ajang Piala Super Italia melawan Juventus maka pertandingan ini baru bisa digelar dini hari tadi.

Pertandingan berjalan kerasa sejak awal babak pertama. Bahkan, wasit sudah harus mengeluarkan kartu merah atau kartu kuning kedua untuk Gabriel Paletta yang melakukan pelanggaran keras pada menit ke-38. Sebelum kejadian kartu merah, wasit sudah mengeluarkan tiga kartu kuning.

Pertandingan tak berubah pada babak kedua, baik Bologna maupun Milan tetap memeragakan pertandingan keras. Kini, gantian Juraj Kucka yang mendapat kartu merah pada menit ke-59. Sebelumnya, ia sudah mendapat kartu kuning pada menit ke-53.

Memanfaatkan dua kartu merah, Bologna menekan habis-habisan Milan. Akan tetapi, justru I Diavolo Rosso yang berhasil mencetak gol pada menit ke-89. Mario Pasalic mencatatkan namanya di papan skor memanfaatkan assist Gerard Deulofeu yang melakukan aksi melwati dua pemain di kotak penalti Bologna. Ini menjadi satu-satunya gol yang terjadi pada pertandingan ini.

"Itu sulit untuk menahan emosi setelah pertandingan seperti ini. Ini adalah kemenangan besar yang bernilai lebih dari tiga poin, karena terbukti tim ini bermain dengan jiwa, hati, dan bola juga," kata pelatih Milan, Vincenzo Montella kepada Sky Sport Italia.

"Kami membutuhkan ini untuk menunjukkan diri bahwa masih ada semangat dalam diri kami dan itu adalah kemenangan yang diperoleh dengan tekad," lanjutnya.

"Saya mengatakan kepada para pemain saat jeda babak pertama bahwa ini adalah permainan yang dibutuhkan untuk menjadi titik balik dan itu apa yang saya lihat. Saya pernah melihat tim ini bermain dengan 10 orang dan bisa mengubah permainan, tapi menang dengan sembilan orang sangat lebih luar biasa," pungkas Montella.

Di sisi lain, pelatih Bologna Roberto Donadoni mengaku kekalahan ini menjadi tanggung jawabnya. Ia menyebut, para pemain harus berlajar dari kekalahan malam ini karena mereka kalah dari sembilan pemain.

"Kami gagal memanfaatkan menjadi keunggulan dua orang. Kami terlalu statis, tidak cukup tajam dan keinginan kami untuk menebus kekalahan dari Napoli membuat kami cemas. Ini tanggung jawab saya. Kebobolan gol dalam situasi seperti itu berarti kami tidak memiliki ketajaman yang diperlukan. Saya minta maaf," kata Donadoni.

"Ejekan dari fans wajar, karena kami kalah di kandang dengan 11 melawan sembilan. Saya mengambil tanggung jawab penuh. Kami harus membayar untuk kesalahan naif, memungkinkan beberapa serangan balik aneh dan umpan silang kami ke dalam kotak penalti lawan sering salah tempat," lanjutnya.

"Ketika Anda melawan sembilan orang, itu memicu keyakinan Anda hanya harus menang dan sebaliknya kami malah dihukum. Kami harus belajar dari pertandingan ini," pungkas Donadoni.

Kemenangan ini tak mengubah posisi Milan di tabel klasemen, mereka masih berada di posisi ketujuh dengan raihan 40 poin. Sedangkan, Bologna masih berkubang di papan bawah atau tepatnya di posisi 14 dengan 27 poin.

portal berita medan
informatif
& terpercaya