Bangunan yang rusak akibat gempa di Filipina (Foto: AFP).
Bangunan yang rusak akibat gempa di Filipina (Foto: AFP).


Manila | rakyatmedan.com
Gempa berkekuatan 6,7 skala richter (SR) melanda Filipina. Empat orang warga dilaporkan tewas dalam kejadian ini.

Guncangan gempa terasa di wilayah Pulau Mindanao pada Jumat 10 Februari. Kerusakan tampak di bangunan dan memotong aliran listrik di beberapa daerah.

"Gempat 6,7 SR itu memiliki kedalaman 10 kilometer dengan titik pusat sekitar 13 kilometer sebelah timur dari Kota Surigao," pernyataan pihak Badan Survei Geologis AS (USGS), seperti dikutip AFP, Sabtu (11/2).

Sementara pusat peringatan bahaya Tsunami menyebutkan tidak ada ancaman gelombang tsunami yang diakibatkan oleh gempa ini.

"Hingga Sabtu pagi (waktu setempat) tercatat 89 gempa susulan dan dikhawatirkan akan lebih banyak lagi gempa susulan yang diperkirakan tidak menimbulkan kerusakan signifikan," tutur Kepala Badan Seismik Filipina, Renato Solidum.

"Gempa pada Jumat itu merupakan yang terkuat melanda Kota Surigao, sejak gempa 1879 yang berkekuatan 6,9 SR," imbuh Solidum.

Menyusul gempa yang terjadi, warga berlarian ke tempat aman dan menghabiskan malam mereka di ruang terbuka serta tempat penampungan. Menurut anggota dewan Kota Surigao Rise Recabo, pasokan listrik terputus sementara aliran air mengalami gangguan.

Recabo menambahkan bahwa sebuah jembatan dan hotel roboh akibat gempa ini. Sementara bandara Surigao terpaksa ditutup akibat adanya retak di landasan.

portal berita medan
informatif & terpercaya