Presiden terpilih Jerman, Frank-Walter Steinmeier (Foto: AFP)
Presiden terpilih Jerman, Frank-Walter Steinmeier (Foto: AFP)


Berlin | rakyatmedan.com
Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier, akhirnya terpilih sebagai Presiden Jerman yang baru.

Dalam pemilihan yang diselenggarakan Minggu 12 Februari, waktu setempat tersebut, Steinmeier yang dikenal sebagai sosok anti-Donald Trump ini memang difavoritkan menang sejak awal.

Dilansir AFP, Senin (13/2), Steinmeier juga disebut sebagai politisi yang cukup populer di Jerman.

Disinyalir, terpilihnya Steinmeier menjadi Presiden Jerman dapat meningkatkan elektabilitas Partai Sosial Demokrat yang mencalonkan mantan presiden parlemen Eropa, Martin Schulz, menggantikan Angela Merkel menjadi Kanselir Jerman.

Menurut laporan, Steinmeier memperoleh 931 suara dari 1.239 suara.

Pemungutan suara ini diadakan di Gedung Reichstag yang dihelat oleh Dewan Federal istimewa. Dewan ini terdiri atas legislator nasional dan perwakilan dari 16 negara bagian Jerman.

Tak hanya politisi, pemungutan suara itu juga melibatkan seniman, penulis, musisi bahkan pelatih sepak bola tim nasional Jerman.

Steinmeier dianggap sebagai politisi handal dengan kebijakan-kebijakannya yang apik saat masih menjabat sebagai menlu Jerman. Dua kali ia menjabat sebagai menlu Jerman di bawah pemerintahan Merkel selama tujuh tahun.

Bahkan, ia tak segan untuk menyebut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebagai sosok penyebar kebencian dengan sederet kebijakan yang bertolak belakang dengan mantan presiden AS, Barack Obama.

Sebelumnya, pria yang pernah bekerja sebagai pengacara ini menjabat sebagai penasihat dan kepala staf Kanselir Gerhard Schroeder, sebelum Merkel.

Pada 2009, Steinmeier mencalonkan diri bersaing dengan Merkel dan kalah. Namun, dia justru bergabung dalam kabinet Merkel beberapa tahun setelahnya menjadi menteri luar negeri.

portal berita medan
informatif
& terpercaya