Petugas Polres Langkat dan pihak Balai Karang Tina Medan, melemparkan bawang merah kedalam lubang untuk dikubur, Senin (20/2).
Petugas Polres Langkat dan pihak Balai Karang Tina Medan, melemparkan bawang merah kedalam lubang untuk dikubur, Senin (20/2).

Langkat | rakyatmedan.com
Polres Langkat dan Petugas Karantina Medan, musnahkan bawang selundupan tanpa dokumen dengan cara menguburkan kedalam lubang dengan kedalaman berkisar 3 meter, Senin (20/2).

Bawang merah yang diperkirakan sejumlah  1.320 kilogram itu, di kubur dilokasi lahan perkebunan milik PTP II Kebun Kwala Bingai Kecamatan  Stabat.

Diketahui sebelumnya, bawang merah asal luar negeri tersebut merupakan hasil tangkapan petugas Reskrim Ekonomi Polres Langkat, karena tanpa dilengkapi dokumen  saat dibawa dari Kuala Simpang Aceh menuju Kota Medan.

Kapolres Langkat AKBP Mulya Hakim Solichin melalui KBO Sat Reskrim Polres Langkat Iptu Marganti Panggabean didampingi Kanit Ekonomi Ipda Ardian Yunan Saputra saat pemusnahan bawang tersebut, mengatakan bahwa sebanyak 132 karung, dibawa pelaku dengan menggunakan mobil tanki air bernopol BG-8729 UC.

Bawang tersebut dimasukkan ke dalam tanki yang dikemudikan Undang Hutagaol (46) dengan kernek  Togap Manaon Hutagaol,  keduanya warga Kelurahan Perdamaian Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat.

"Personil kita menangkap mobil pembawa bawang tersebut persis di jembatan Sungai Wampu Kecamatan Stabat, saat mobil yang membawa bawang dari Kuala Simpang Aceh itu menuju Medan pada Selasa (7/2) dini hari lalu sekitar pukul 04.00 WIB," ujar Marganti.

Marganti mengatakan, penangkapan dan pemusnahan bawang merah luar negeri yang tanpa dilengkapi dokemen semestinya itu  berdasarkan  pasal 31 UU RI No: 16/1992 tentang Karantina. Pelakunya dikenakan pasal 5 dengan ancaman pidana 3 tahun penjara atau denda Rp150 juta. (rmd)

portal berita medan
informatif & terpercaya