Saudara tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, Kim Jong-nam (45) dilaporkan dibunuh dengan jarum beracun di bandara Malaysia.
Saudara tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, Kim Jong-nam (45) dilaporkan dibunuh dengan jarum beracun di bandara Malaysia.


Kuala Lumpur | rakyatmedan.com
Pembunuhan kakak tiri pemimpin Korut, Kim Jong-Un itu kini mulai terungkap. Kepolisian Malaysia mengidentifikasi seorang pejabat senior Kedutaan Besar Korea Utara (Korut) di Kuala Lumpur, sebagai tersangka pembunuhan Kim Jong-Nam.

Tersangka kedua, yang memiliki kaitan dengan maskapai milik Korut, juga tengah dipanggil untuk menjalani proses interogasi atas kematian kakak tiri pemimpin Korut, Kim Jong-Un itu.

Kepala Polisi Khalid Abu Bakar mengatakan kedua tersangka baru itu masih di Malaysia. Mereka sudah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Menurut Khalid, diplomat yang dimaksud adalah sekretaris kedua di kedutaan dan menambahkan empat tersangka lain yang kabur dari Malaysia 13 Februari lalu. Keempat orang itu diyakini sudah berada di Pyongyang.

"Kami sudah menulis surat kepada duta besar agar mengizinkan kami meminta keterangan kepada keduanya," tutur Khalid Abu Bakar, seperti dikutip Reuters, Rabu (22/2).

"Diharapkan Kedutaan Korut bisa bekerja sama dengan kami dan mengizinkan memberi waktu agar mereka bisa dimintai keterangan. Jika tidak, kami akan melakukan penjemputan paksa," tegasnya.

Dua perempuan, yang merupakan warga negara Indonesia dan warga Vietnam, menjadi tahanan yang merupakan inti pemeriksaan. Menurut Khalid kedua perempuan itu dilatih untuk menyapu racun ke wajah Kim Jong-Nam. Kemudian mereka membasuh tangan usai melakukan tindakannya.

"Racun itu ditempatkan di tangan perempuan Indonesia dan Vietnam oleh seorang tersangka asal Korut," pungkasnya.

Kim Jong-Nam dibunuh di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) 13 Februari lalu. Kini jasad Jong-Nam ditempatkan di National Forensic Medicine Institute di Rumah Sakit Kuala Lumpur (HKL).

Kasus ini membuat hubungan diplomatik Korut dan Malaysia menjadi panas. Terlebih lagi setelah pihak Korut menyebut Malaysia berkolusi dengan Korea Selatan (Korsel) dalam penyelidikan pembunuhan Kim Jong-Nam ini.

portal berita Medan
informatif
& terpercaya