Kapolres Humbang Hasundutan (Humbahas), AKBP Nicolas A Lilipaly SIK MH MSi menggelar press release kasus pembunuhan Aldi Manata Sibarani di depan Makopolres Humbahas, Rabu (22/2).
Kapolres Humbang Hasundutan (Humbahas), AKBP Nicolas A Lilipaly SIK MH MSi menggelar press release kasus pembunuhan Aldi Manata Sibarani di depan Makopolres Humbahas, Rabu (22/2).

Humbahas | rakyatmedan.com
Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) menggelar press release kasus pembunuhan Aldi Manata Sibarani, di depan Makopolres Humbahas dihadiri sekitar 20 wartawan dan media elektronik, Rabu (22/2).

Kapolres Humbang Hasundutan (Humbahas), AKBP Nicolas A Lilipaly SIK MH MSi menjelaskan, bahwa tersangka yang dalam hal ini adalah ayah kandung korban sebenarnya tidak berniat membunuh anaknya. Melainkan bermula dari faktor kecemburuan ayahnya terhadap ibunya yang diprediksi ada pria lain.

Timbullah kecurigaan dan emosi saat itu. Pasalnya ayah dan ibu Aldi tinggal berjauhan. Ibunya di Medan, sedangkan ayahnya menetap di Desa Aek Lung Kecamatan Doloksanggul. Kebetulan pada hari kejadian pembunuhan tersebut, Minggu 12 Februari 2017 ibunya sedang berada di Desa Aek Lung Kecamatan Doloksanggul.

Saat itu ayah dan ibu Aldi memutuskan untuk tinggal bersama lagi. Kemudian ayahnya menyuruh ibunya pulang ke Medan untuk mengambil barang-barangnya dan kembali lagi.

Dari rumah, ibunya di antar oleh keponakannnya yang bermaksud ingin ke loket bus. Namun setelah itu, ayahnya menanyakan kepada keponakannya dan ternyata ibunya tidak ingin di antar ke loket bus melainkan di samping Polsek Doloksanggul.

Timbul kecurigaan, namun ayahnya membiarkannya hingga setengah jam, lalu menghubunginya. Karena belum berangkat, ayahnya kembali menunggu kabar dari ibunya selama 2 jam, kemudian setelah menghubungi kembali mendengar bahwa ibunya telah berada di Silaban. Ayahnya semakin tidak tenang dan muncul pikiran negatif.

Sorenya, ayahnya menyuruh Aldi untuk membeli rokok namun sekitar setengah jam Aldi tidak pulang. Meminjam sepedamotor temannya, ayahnya mencari keberadaan Aldi yang menurut pemilik warung Aldi sudah membeli rokok dari warungnya.

Setelah mengembalikan sepedamotor yang di pinjam, ayahnya kembali mencari Aldi dengan mobil miliknya bersama dengan anak bungsunya. Aldi bersembunyi di semak-semak. Karena jalanan yang menurun, mobil melaju dengan kencang hingga menyerempet badan Aldi yang pada saat itu keluar dari semak-semak.

Ayahnya yang pada saat itu tidak mengetahui bahwa anak yang di serempet itu adalah Aldi, segera menghentikan mobilnya. Melihat kebelakang, ternyata ayahnya baru menyadari bahwa Aldi sudah bersandar di belakang mobil.

Sambil memarahinya, ayahnya mencekik lehernya sambil menonjok beberapa kali wajahnya. Kemudian Aldi berlutut lemas, di benturkanlah kepala Aldi ke bumper belakang mobil yang terbuat dari besi oleh ayahnya di lanjutkan dengan menginjak badannya sebanyak 3 kali.

Setelah itu barulah ayahnya tersadar dan membawa Aldi ke Poskesdes, pada saat itu sudah tidak bernyawa. Sambil merokok, ayahnya membawa Aldi ke parkiran Poskesdes. Memastikan apakah Aldi masih hidup atau tidak, ayahnya menyulutkan puntung rokok ke tangan Aldi .

Ternyata Aldi sudah tidak bereaksi lagi. Sambil menggendong belakang adik bungsu Aldi, ayahnya menggendong depan Aldi dan membawanya ke semak-semak samping ladang kopi milik warga Simamora yang berada di belakang Poskesdes.

Berdasarkan kejadian tersebut tersangka di berlakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak dibawah umur yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang yang di maksud dalam pasal 80 ayat 3 jo pasal 76 c dari UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 44 ayat 3 dari UU RI Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam lingkup rumah tangga dan atau pasal 340 subs pasal 338 dari KUHPidana.

portal berita medan
informatif
& terpercaya