Jenazah Johanes Tambunan.
Jenazah Johanes Tambunan.

Taput | rakyatmedan.com
Johanes Tambunan (27), tewas ditembak anggota Kepolisian Kota Tapanuli Utara, Sumut, Jumat (23/2). Saat ini mayat Johanes berada di ruang forensik Rumah Sakit Djasamen Saragih, untuk dilakukan autopsi, Sabtu (25/2).

Tersangka terpaksa ditembak karena terlebih dahulu Johanes melakukan pembacokan terhadap AKP Viktor Simanjuntak yang menjabat sebagai Kapolsek di Tapanuli Utara. Akibat peristiwa ini AKP Viktor Simanjuntak terpaksa dilarikan ke RS terdekat dan saat ini tengah dirawat intensif.

Sedangkan Johanes, pria yang diduga mengidap penyakit jiwa ini saat diketahui tewas langsung dibawa ke Rumah Sakit Djasamin Saragih untuk dilakukan autopsi.

Sebelum penembakan terjadi, Johanes sempat memukuli beberapa anggota keluarganya (Ibu dan Adiknya), namun seorang kerabat keluarga Johanes bernama Agri Gomes (19) yang mengetahui pemukulan mencoba melerai.

Tetapi Johanes semakin murka dan nekat mengambil sebilah parang untuk menyerang adiknya. Adik Johanes pun mengalami luka serius di bagian kepala dan tangan sebelah kiri. Melihat hal ini, Agri Gomes pun langsung melarikan diri dari rumah tersebut.Warga yang melihat kejadian, langsung melaporkan ke petugas kepolisian.

Saat mendapat informasi tersebut petugas kepolisian yakni, Kapolsek Viktor Simanjuntak dan juga beberapa anggotanya turun ke tempat kejadian perkara (TKP).

Setibanya di tempat kejadian, saat hendak melerai Johanes, tiba-tiba Johanes yang masih memegang sebilah parang langsung membabi buta mengarahkan parang itu ke arah kapolsek, sehingga kapolsek mengalami luka serius.

Kapolsek mencoba menghindar, tapi hindarannya tidak sempurna dan akhirnya terkena sabetan parang. Anggota kapolsek yang melihat kejadian itu, langsung bertindak dan menembak Johanes di bagian dada sebelah kanan sebanyak dua kali, hingga Johanes roboh dan tewas di tempat.

Dokter Reinhard Hutahaean menjelaskan bahwa terdapat luka tembak di dada Johanes, seraya menunjukkan hasil autopsi.

“Ada luka di bagian tangan, dada, perut kaki, dan punggung, bahkan ada juga luka memar itu di bagian leher. Luka tersebut lah yang mengakibatkan Ia (Johanes) tewas dan tembakan yang mengakibatkan peluru menebus dada melewati paru,” ungkapnya.

“Kita juga menemukan satu peluru yang tidak tembus di bagian punggung Johannes, Ia (Johanes) juga terkena tembakan dari jarak jauh sekitar 70 M ,” ucapnya mengakhiri. (rmd-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya