Suasana ricuh selepas pembebasan Siwaji Raja alias Raja Kalimas. Akibat insiden ini, arus lalulintas depan markas Polrestabes macet total
Suasana ricuh selepas pembebasan Siwaji Raja alias Raja Kalimas. Akibat insiden ini, arus lalulintas depan markas Polrestabes macet total.


Medan | rakyatmedan.com
Kapolrestabes Medan Kombes Sandi Nugroho mempunyai alasan menyangkut penangkapan kembali Siwaji Raja alias Raja Kalimas.

Kata Kombes Sandi, penangkapan tersebut dilakukan karena penyidik berkeyakinan pengusaha tambang itu terlibat dalam kasus penembakan pemilik toko Airsoftgun, Indra Gunawan alias Kuna (45).

“Setelah gelar perkara, yang bersangkutan masih kuat dan patut diduga sebagai pelaku yang turut serta. Oleh karena itu, yang bersangkutan kami tetapkan kembali sebagai tersangka,” kata Kombes Sandi di Markas Polrestabes Medan, Selasa (14/3).

Mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan ini mengatakan, pihaknya telah melakukan pembaharuan administrasi. Sehingga saat keluar dari Polrestabes Medan, Raja ditangkap kembali.

Saat ini, kata Sandi, Raja ditahan di sel sementara Satreskrim Polrestabes Medan.

“Kami sudah berupaya memberikan surat perintah penangkapan, namun dibuang dan dicampakkan oleh keluarganya,” kata Sandi.

Meski mendapat penolakan, polisi tetap membuat nota acara penolakan. Sandi tetap berkeyakinan Raja terlibat dalam kasus penembakan Kuna.

“Ada hal yang belum disampaikan penyidik kepada hakim. Namun, berdasarkan keterangan telematika, dijelaskan bahwa tersangka memiliki keterlibatan saat para tersangka berkumpul,” katanya.

Menyikapi persoalan ini, Kapolrestabes Medan, Kombes Sandi Nugroho mengaku siap apabila pihaknya diprapidkan kembali. Kata Sandi, prapid adalah hak tersangka Raja.

“Prapid itu kan haknya mereka. Jadi sah-sah saja. Tentu kami siap dan kami mohon doa teman-teman semua,” ungkap Kombes Sandi.

Raja Menangkan Gugatan Praperadilan
Sebelumnya, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Medan kemarin, Siwaji Raja memenangkan gugatan praperadilan dan wajib dibebaskan berdasarkan perintah pengadilan.

Perintah ini diserukan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN), Erintuah Damanik yang menyidangkan perkara praperadilan yang dilayangkan oleh Siwaji Raja. Adapun pertimbangan hakim dalam perkara ini diantaranya menyangkut barang bukti yang tidak mampu ditunjukkan termohon.

Dalam perkara pidana, kata hakim, minimal harus ada dua bukti yang kuat untuk menjerat tersangka.

Kombes Sandi mengaku, pihaknya sudah mematuhi putusan pengadilan. Maka dari itu, pagi tadi Raja telah dilepaskan dan diserahkan terlebih dulu kepada keluarganya, lalu ditangkap lagi di depan Mapolrestabes.

Kapolda Sumut Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel MSi memberikan perhatiannya setelah mendengar kemenangan praperadilan Raja, pihaknya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Setelah itu, kata Irjen Rycko, pihaknya akan kembali melakukan gelar perkara.

“Pertama penyidik harus melakukan evaluasi secara menyeluruh proses pembuktian yang ada. Di persidangan, bisa saja ada hal yang belum disampaikan oleh penyidik. Sehingga hakim belum mengetahui yang sebenarnya,” kata Irjen Rycko. (rm-04)

portal berita medan
informatif
& terpercaya