disampaikan Sekda Kota Medan sekaligus Ketua Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Secara Terbuka Kota Medan, Ir H Syaiful Bahri Lubis
disampaikan Sekda Kota Medan sekaligus Ketua Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Secara Terbuka Kota Medan, Ir H Syaiful Bahri Lubis.

Medan | rakyatmedan.com
Pemko Medan menggelar seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama secara terbuka. Untuk itu, diundang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Medan maupun bertugas di wilayah Provinsi Sumatera Utara yang memenuhi persyaratan agar dapat mendaftarkan diri mengikuti seleksi.

Ada enam jabatan pimpinan tinggi pratama yang kosong dan akan diisi melalui seleksi tersebut. Keenamnya yakni Dinas Kebudayaan, Dinas pariwisata, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pertanian dan Perikanan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Medan.

Demikian disampaikan Sekda Kota Medan sekaligus Ketua Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Secara Terbuka Kota Medan, Ir H Syaiful Bahri Lubis di Balai Kota Medan, Rabu (15/3).

Direncanakan, ada tiga tahapan seleksi yang akan dilakukan untuk mengisi enam jabatan pimpinan tinggi pratama.

Menurut Syaiful, pengisian jabatan pimpinan tinggi prama ini dilakukan sesuai dengan UU No.5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Menteri Pendayagunaan negara dan reformasi Birokrasi No.13/2014 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah.

“Atas dasar itulah kami mengundang ASN pada Pemko Medan dan bertugas di wilayah kerja Provinsi Sumut yang memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri mengikuti seleksi tersebut,” kata Syaiful.

Adapun ketentuan untuk mengikuti seleksi ini, jelas Syaiful, di antaranya meliputi ketentuan umum seperti berstatus PNS di wilayah kerja Provinsi Sumut, diutamakan bertugas di pemko Medan. Bagi pelamar di luar Pemko Medan, wajib melampirkan persetujuan pimpinan. Lalu, memiliki pangkat/golongan ruang serendah-rendahnya Pembina (IV/a), pendidikan minimal sarjana (S1) serta memiliki pengalaman 2 tahun dalam jabatan Eselon III.

Disamping itu, papar Sekda, usia maksimal 56 bagi Eselon III atau 58 tahun bagi pelamar yang sudah pernah atau sedang menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama (Eselon II) pada saat pelantikan. Sudah itu memiliki kompetensi sesuai dengan jabatan yang dilamar, melampirkan penilaian prestasi kerja bernilai baik 2 tahun terakhir.

Kemudian harus sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari Unit Pelayanan Kesehatan Pemerintah (bukan Puskesmas). Disamping itu tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin atau tidak pernah dalam proses pemeriksaan pelanggaran disiplin berdasarkan Peraturan Pemerintah No.53/2010. Serta tidak mengkonsumsi narkotika dan obat-obat terlarang yang dibuktikan dengan surat pernyataan. (rm-05)

portal berita medan
informatif & terpercaya