Medan | rakyatmedan.com
Oknum Bantuan Satpol (Bansatpol) PP, Awaluddin yang telah melakukan aksi kekerasan terhadap wartawan diberi tindakan tegas oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. Tindakan tersebut dilakukan dengan menonaktifkan yang bersangkutan dan mengembalikannya kepada pihak ketiga atau penyalurnya. Ke depan, menurut Sekda Provsu proses perekrutan Bansatpol PP akan dilakukan evaluasi.

“Nanti cobalah saya panggil Kasatpol PP ya, tapi sudah ada solusi kan ya?, karena saya pikir sudah ada solusi karena kemarin sudah bertemu dengan Wagubsu,” ujar Sekertaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Hasban Ritonga kepada wartawan, Kamis (16/3).

Lebih lanjut dikatakan Hasban, ke depan Pemprov Sumut akan segera melakukan evaluasi terhadap perekrutan Bansatpol PP, sebab diakui Hasban Bansatpol PP memang direkrut dari penyalur atau pihak ketiga.

"Nanti coba kita evaluasi ya, memang yang sekarang ini muda-muda personelnya. Nanti coba kita lakukan lagi lah perbaikan mentalnya dan lainnya,” kata Hasban.

Dari pantauan wartawan di kantor Gubsu oknum Bansatpol PP, Awaluddin terlihat duduk bersama rekan-rekannya di pos pintu penjagaan Satpol PP. Namun, yang bersangkutan memang tidak terlihat menggunakan seragam Satpol PP melainkan mengenakan jaket berwarna kehitaman.

Kasatpol PP Provsu, Asren Nasution ketika dikonfirmasi mengatakan saat ini Awaluddin sedang dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan selanjutnya akan dikembalikan kepada pihak ketiga atau pihak penyalurnya.

“Apa yang diminta oleh kawan-kawan media itu sudah kita penuhi. Kami menyadari kalau media itu kan pengawal saya, makanya saya salurkan permintaan kawan-kawan. Saat ini dia sudah dinonaktifkan dan sekarang sedang kita BAP oleh tim penyidik kita. Hasilnya nanti akan kami serahkan kepada pihak ketiga penyedia jasa outsourching,” jelas Asren.

Selain itu, Asren juga mengatakan untuk aparat Satpol PP dan Bansatpol PP akan dilakukan tes urin. Namun, yang melakukannya adalah pihak ketiga.

“Kalau tes urin itu wajib dilakukan, bukan karena kejadian kemarin itu. Makanya Senin depan akan kita lakukan tes urin, dan yang melakukan tes urin adalah pihak ketiga,” sambungnya.

Asren menyebutkan kalau apa yang dilakukan pihaknya saat ini untuk pengamanan di kantor Gubsu tak lain adalah upaya untuk menerapkan apa yang dicita-citakan oleh Gubsu. Hal ini dilakukan setelah melihat pelayanan ketertiban di berbagai provinsi.

Oleh karena itu, pihak Biro Umum Provsu meminta kepada Satpol PP sejak tahun 2017 agar pelayanan dan ketertiban lebih diperkuat, termasuk dalam hal penerimaan tamu dan sebagainya. Oleh karena itulah Satpol PP, kata dia melakukan pengamanan terhadap program ini.

“Makanya memang saya sarankan kepada Biro Umum agar pertama tolong program ini disosialisasikan kepada selurh PNS di kantor Gubsu, kedua disosialisasikan kepada wartawan dan ketiga disosialisasikan kepada tamu baik dari dalam kota maupun dari luar daerah. Barulah kemudian kami dapat mulai melakukan pengamanan. Memang ini perlu dilakukan sosialisasi dulu,” terang Asren.

Begitu pun, Asren mengaku dirinya akan menjamin aksi kekerasan tersebut tidak akan terulang kembali. “Saya jamin itu tidak akan terulang lagi, peristiwa kemarin itu diluar sepengetahuan saya,” katanya. (rm-03)

portal berita medan
informatif & terpercaya