Suasana ketertiban siswa/i MAN 2 Model Medan pada saat pelaksanaan UAMBN, Senin (20/3)
Suasana ketertiban siswa/i MAN 2 Model Medan pada saat pelaksanaan UAMBN, Senin (20/3)

Medan | rakyatmedan.com
Ratusan siswa kelas XII MAN 2 Model Medan mengikuti Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab Tahun Pelajaran 2016/2017, Senin (20/3).

UAMBN yang berlangsung selama lima hari mulai Senin (20/3) hingga Jumat (24/3), diikuti 675 siswa dengan rincian 261 siswa dan 414 siswi dengan pelajaran yang diujikan untuk program IPA, IPS dan Bahasa yaitu Alquran Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam dan Bahasa Arab. Sedangkan khusus untuk program keagamaan yaitu Ilmu Kalam, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, Fikih, Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam dan Bahasa Arab.

Kepala MAN 2 Model Medan Burhanuddin ketika diminta keterangannya menyatakan, bahwa hari pertama proses pelaksanaan UAMBN di MAN 2 Model Medan berlangsung tertib, aman, kondusif dan baik.

Hal ini ditunjukkan secara langsung oleh siswa/i MAN 2 yang hadir di madrasah pukul 07.00 pagi yaitu setengah jam sebelum bel masuk berdering, selain itu pada saat pelaksanaan ujian berangsung tampak seluruh siswa/i MAN 2 serius dan khusyu dalam menjawab soal-soal UAMBN.

"Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional ini merupakan ujian khusus dalam bidang mata pelajaran keislaman. Salah satu keunggulan dari ujian khusus mata pelajaran keislaman yaitu mengajak peserta ujian yang merupakan siswa/i muslim bahwa ujian itu datangnya dari Allah SWT. Oleh karena itu, mintalah kepada Allah zat yang memberikan ujian tersebut agar mampu dan sabar dalam menghadapinya dengan disertai usaha, doa dan tawakkal kepadanya," ungkapnya.

Dia mengingatkan, ketika mengalami kelupaan terhadap materi atau hapalan dalam pelaksanaan ujian mintalah kepada Allah agar ilmu yang kita titipkan kepadanya dapat dikembalikan sehingga mampu untuk menjawab soal ujian, nasehat Burhanuddin.

Sementara WKM Humas MAN 2 Model Medan, Mohammad Al Farabi menjelaskan, pelaksanaan UAMBN TP. 2016/2017 berpedoman pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 6843 Tahun 2016 Tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berfungsi sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan pemetaan mutu madrasah, umpan balik dalam perbaikan program pembelajaran pada MA, alat pengendali mutu pendidikan dan pendorong peningkatan mutu pendidikan pada MA.

Dia menambahkan, salah satu harapan yang diinginkan para guru terhadap pelaksanaan UAMBN ini tidak hanya sekadar pengetahuan teoritis dari siswa/i MAN 2, sehingga mudah dalam menjawab semua pertanyaan, namun yang paling penting adalah bagaimana pengamalan terhadap ilmu-ilmu keislaman tersebut dalam kehidupan pribadi serta bermasyarakat.

"Salah satu ilmu penting yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat adalah fikih, hampir seluruh perbuatan manusia tidak ada yang luput dari fikih mulai dari permasalahan shalat, puasa, zakat, haji, pelaksanaan fardhu kifayah terhadap jenazah dan lainnya. Dengan menguasai ilmu fikih dan ilmu keislaman lainnya secara teori mudah-mudahan dapat dipraktikkan di masyarakat," ungkap Al Farabi. (rm-03)

portal berita medan
informatif & terpercaya