Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel MSi saat melakukan kunjungan kerja ke Polres Batubara, Selasa (21/3).
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel MSi saat melakukan kunjungan kerja ke Polres Batubara, Selasa (21/3).

Medan | rakyatmedan.com
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Dr H Rycko Amelza
Dahniel MSi beserta Ketua Bhayangkari melakukan kunjungan kerja ke Polres Batubara,
Selasa (21/3).

Dalam sambutannya, Rycko memaparkan berbagai permasalahan sosial yang dihadapi di seluruh wilayah Sumut, utamanya wilayah pantai timur, karena Batubara berada di
wilayah pantai timur Sumatera.

Rycko bilang, landasan filosofi tugas-tugas Kepolisian adalah untuk mengelola
masalah sosial dalam mewujudkan keteraturan sosial yang harus memiliki pengetahuan
tentang ilmu Kepolisian.

"Luas pantai timur Sumatera 575 Km terbentang dari Aceh hingga Kuala Tungkal di
Jambi, berbatasan dengan Selat Malaka, Tiongkok, Singapore, Malaysia, golden triangle.
Itu sebabnya wilayah ini sangat rawan narkoba yang merupakan musuh utama kita," ujar Rycko.

Dikatakan Rycko, dengan letak geografi tersebut, memberikan peluang menjadi tempat
perlintasan, tempat transit dan penjualan narkoba. Disebutkan Rycko, tentu TNI,
Polri dan Pemda tidak mampu untuk memeriksa seluruh kapal yang lintas.

Rycko menuturkan, ada tiga alasan kenapa narkoba berbahaya. Pertama haram, melanggar hukum dan yang ketiga ketergantungan.

"Mencegah lebih baik daripada mengobati. Mencegah mengajak masyarakat taat kepada aturan, menjaga supaya manusia tetap beradab. Mencegah mulai dari cara yang paling soft sampai dengan yang hard," ujarnya.

Jenderal bintang dua tersebut menuturkan, yang bertugas untuk mencegah adalah
tanggung jawab kita semua. Apalagi yang memiliki status sebagai guru.

"Mencegah dengan memberi peringatan, sampai kepada memberi sanksi sosial. Kita harus berani mencegah, menangkal dan melawan narkoba," serunya.

Rycko menuturkan, dalam bulan ini di samping narkoba ada lagi yang terungkap di
Tapsel yaitu kejahatan Sodomi terhadap anak. Kejahatan ini menjadi virus, dia akan
menjadi predator/pemangsa yang akan mengejar terus targetnya sampai dapat.

"Dan korbannya punya potensi menjadi pelaku. Ini bisa menjadi endemik di satu
wilayah dan menjadi epidemik si beberapa wilayah," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Batubara mengatakan, penyelenggaraan Kabupaten Batubara
berjalan dengan baik. Hal ini karena terwujudnya situasi Kamtibmas yang kondusif
berkat sinergitas Pori, TNI, Pemkab dan seluruh stake holder.

"10 tahun sudah Kabupaten Batubara ini berdiri semenjak pemekaran dari Kabupaten
Asahan dan saat ini menjadi perhatian dari pemetintah pusat karena merupakan salah
satu daerah kawasan industri yang memiliki pelabuhan. Untuk itu, kita harus menjaga
dan memelihara apa yang telah kita capai bersama," ujarnya.

Kunjungan ini juga ditandai dengan penandatangan prasasti pembangunan mushola mitra Bhayangkara Polres Batu Bara, disaksikan oleh Kapolres Batubara dan unsur Forkopimda Kabupaten Batubara.

Dalam kunjungan ini, Kapolda didampingi Karo Ops, Karo SDM, Karolog, Dir Pamobvit,
Dir Polair, Dir Binmas, Kasat Brimob, Kabidkum, Kabid Propam, Kabid Humas, Wadir
Reskrimum dan Koor Spripim, masing masing beserta istri.

Kedatangan Kapolda Sumut disambut oleh Kapolres Batubara, Wakil Bupati Batubara dan unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, beserta seluruh personil dan Bhayangkari.

Selesai acara penyambutan dilanjutkan dengan acara dialog dengan Kapolres Batubara, Wakil Bupati Batubara beserta unsur Forkopimda Kabupaten Batubara, Ketua DPRD dan anggota DPRD Kabupaten Batubara, Pimpinan PT Inalum Persero, Tomas, Toga dan tokoh pemuda. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya