Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.
Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.


Medan | rakyatmedan.com
Kepolisian Daerah Sumatera Utara menggelar rapat koordinasi dengan tentara terkait upaya pengamanan kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan istrinya, Iriana Jokowi ke Tapanuli Tengah dan Madina.

Rapat yang digelar di Markas Korem 023/Kawal Samudera, Kamis (23/3), itu dihadiri Kapolda Sumut selaku Wakil Pangkoops PAM VVIP dan Danrem 023/Kawal Samudera selaku Dansatgas Pamwil. Hadir juga Kepala Biro Operasional dan Pejabat Teras Polda Sumut, Pejabat Teras Kodam I/BB, Dandim Tapteng, Kapolres Sibolga dan Kapolres Tapteng.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting menerangkan, rakor diawali dengan pemaparan rencana pengamanan dari Danrem 023/KS, tentang titik-titik rawan dan penempatan personil.

"Menanggapi paparan Danrem 023, Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menegaskan, pengamanan harus ekstra, karena banyak titik-titik rawan di sejumlah jalur dan lokasi kegiatan yang dikunjungi Jokowi," terang Rina.

Rycko juga meminta penebalan pasukan Brimob dan Sabhara, untuk pengamanan jalur. Begitu juga dengan penempatan parkir di lokasi kegiatan, karena ruang terbatas. Serta pengerahan massa untuk menyambut di jalan-jalan.

Adapun pasukan yang dilibatkan dalam pengamanan Presiden Jokowi melibatkan 3.000 pasukan gabungan TNI-Polri. Dengan rincian 1.400 personel tentara dan 1.600 personel polisi. Setelah rakor, dilanjutkan dengan pengecekan akhir floting pasukan dan pengamanan di objek-objek yang akan dilalui Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana. (rm-04)

portal berita medan
informatif
& terpercaya