Zulfahmi (kiri)
Zulfahmi (kiri)

Medan | rakyatmedan.com
Zulfahmi (36), penduduk asal Situmang Jorong-Situmang Nagari, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, Porvinsi Sumatera Barat (Sumbar) harus berurusan dengan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Sunggal.

Bagaimana tidak, ia diserahkan pihak kepolisian Sektor (Polsek) Lembah Melintang, Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar). Sebab sebelumnya, ia melarikan satu unit Honda Scoopy plat BK 5575 AGD milik Dian Pratiwi (24), warga Jalan Pasar I Tapian Nauli Perumahan Torganda Nomor 3, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal yang tidak lain merupakan majikannya.

Informasi dihimpun, Jumat, (24/3) di Mapolsek Sunggal menyebutkan aksi pencurian yang dilakukan tersangka terhadap korban terjadi sewaktu majikannnya tersebut berlibur ke Kota Semarang dan mengamanahkan seisi rumah untuk dijaga oleh pelaku.

“Namun sepulangnya korban dari liburan, pelaku dan satu unit sepeda motor milik korban sudah tidak berada di tempat,” kata Kepala kepolisian Sektor (Kapolsek) Sunggal, Kompol Daniel Marunduri S.IK didampingi Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal, Iptu Nur Istiono dan Panit Reskrim, Iptu Martua Manik.

Daniel menjelaskan, korban yang tidak terima menjadi korban pencurian melaporkan kejadian yang menimpanya ke Mapolsek Sunggal.

“Menindaklanjuti laporan korban, kita mengetahui keberadaan tersangka dan sepeda motor milik korban berada di kampung halamannya,” jelas mantan Kanit Ekonomi Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Medan ini.

Selanjutnya, Daniel menuturkan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak Kepolisian setempat hingga akhirnya berhasil meringkus tersangka tanpa perlawanan.

Sementara itu, tersangka yang dikonfirmasi seputar aksi nekatnya itu mengakui perbuatannya tersebut dilakukan karena khilaf.

“khilaf saya. Tidak ada rencana awalnya. Namun karena ada kesempatan, saya lakukan perbuatan itu,” kilahnya.

Imbas perbuatannya, tersangka langsung dijebloskan ke dalam jeruji pengap rumah tahanan Mapolsek Sunggal. Sebab, ia terbukti melanggar ketentuan yang diatur dalam Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman lima tahun penjara.

portal berita medan
informatif & terpercaya