Pria gangguan mental babak belur dihakimi warga kelurahan Belawan Sicanang.
Pria gangguan mental babak belur dihakimi warga kelurahan Belawan Sicanang.

Belawan | rakyatmedan.com
Isu penculikan anak kembali meresahkan warga di Belawan. Kali ini, seorang pria yang diduga mengalami gangguan mental menjadi sasaran kemarahan warga.

Pria ini babak belur dihakimi warga Kelurahan Belawan Sicanang, Jumat (24/3) sekitar pukul 22.30 WIB.

Menurut Kapolsek Belawan Kompol Eddi Suprianto, pihaknya tidak tau pasti kronologis awal kejadian karena warga tidak ada yang mau dimintai keterangan. Namun saat diterima dari Kepling 20 Kelurahan Belawan Sicanang, korban sudah dalam keadaan babakbelur dengan luka lebam diseluruh wajah dan luka memar ditubuh.

Korban yang diduga sebagai pelaku penculikan anak tersebut, belum dapat diketahui identitasnya karena tidak menjawab satu pun pertanyaan dan diduga mengidap gangguan mental.

Kapolsek Belawan mengatakan, dirinya sangat menyayangkan kejadian tersebut karena warga yang mudah sekali termakan isu tentang penculikan anak. Korban yang diduga sebagai pelaku penculikan anak lansung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan dan kemudian diamankan di Polsek Belawan menunggu ada keluarganya yang menjemput.

Isu penculikan anak tersebar di media sosial dengan adanya foto tentang pemberitaan yang mengatakan bahwa seorang anak dihargai mencapai Rp5 miliar di pasar gelap.

"Kita boleh waspada dengan adanya isu tersebut, namun saya harap warga tidak main hakim sendiri, kalau ada yang dicurigai sebagai pelaku penculikan anak, amankan dan segera bawa ke kantor polisi tersekat. Setelah kami cek, warga Sicanang tidak ada yang kehilangan anaknya namun korban yang diduga penculik masih kita amankan," ungkap Kapolsek Belawan.

Lebih lanjut Kapolsek Belawan mengatakan, untuk menindaklanjuti maraknya isu penculikan anak, dirinya akan meningkatkan peran Bhabinkamtibmas ditengah-tengah masyarakat dalam menerima persoalan dan menghimbau warga agar memilah isu-isu yang belum jelas kebenarannya dan tidak main hakim sendri karena merupakan perbuatan melanggar hukum.

Selain itu Kapolsek Belawan juga mengimbau kepada masyarakat melalui 3 pilar bersama toga, tomas, toda dan tokoh cendikia untuk tidak mempercayai isu adanya penculikan anak khususnya diwilayah Kecamatan Medan Belawan.

Kapolsek Belawan juga mengatakan bahwa dirinya mengimbau kepada para orangtua dan para guru agar lebih aktif lagi dalam melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya. Semua itu diharap kapolsek dapat dilakukan untuk keamanan dan kenyamanan bersama. (rm-03)

portal berita medan
informatif & terpercaya