Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Tohar Bayoangin saat membakar ratusan blangko buku nikah lama di Lapangan Bola Voli Kanwil Kemenagsu, Kamis (30/3).
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Tohar Bayoangin saat membakar ratusan blangko buku nikah lama di Lapangan Bola Voli Kanwil Kemenagsu, Kamis (30/3).

Medan | rakyatmedan.com
Kanwil Kemenag Sumut membakar sedikitnya 303.599 blangko nikah yang sudah kadaluarsa, di Lapangan Bola Voli Kanwil Kemenagsu, Kamis (30/3).

Berdasarkan data dari Kanwil Kemenag Sumut, buku nikah tersebut terdiri dari 48.049 Daftar Pemeriksaan Nikah, 112.150 Akta Nikah (N), 115.900 Buku Nikah (NA) tahun 2014 dan 27.500 Daftar Pemeriksaan Nikah (NB) Tahun 2014 di lingkungan Kanwil Kemenag Sumut.

Acara pemusnahan buku nikah tersebut dihadiri Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Tohar Bayoangin didampingi Kabid Urais dan Pembinaan Syariah Dahman Hasibuan, Kepala Bagian Tata Usaha Muhammad David Saragih serta pejabat lainnya.

Kakanwil Kemenagsu dalam sambutannya mengatakan, pemusnahan buku nikah ini dilaksanakan karena buku nikah yang ada di Kanwil Kemenag Sumut adakalanya tidak habis tersalurkan ke daerah dikarenakan setiap tahun selalu didatangkan buku nikah yang baru dari Kementerian Agama, sehingga menyebabkan terjadi penumpukan buku nikah dari tahun ke tahun.

"Selain itu salah satu penyebab penumpukan buku nikah ini dikarenakan pergantian Menteri Agama, sehingga buku nikah yang bertanda tangan Menteri Agama yang lama sudah tidak bisa dipakai lagi," ungkapnya.

Tohar menjelaskan, pemusnahan buku nikah ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti Surat Edaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor : B.2458/DJ.III/PW.01/09/2016 tanggal 30 September 2016 perihal penghapusan buku nikah.

Dia juga mengharapkan melalui pemusnahan buku nikah ini maka tercipta tertib administrasi pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan penyaluran buku nikah dapat disalurkan dengan baik dan sesuai dengan alokasinya.

Sementara itu, Kabid Urais dan Pembinaan Syariah dalam laporannya mengatakan, tujuan pelaksanaan pemusnahan buku nikah ini agar tidak terjadi kesalahan pendistribusian dan penggunaan buku nikah dalam layanan pencatatan nikah baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota sampai kecamatan.

portal berita medan
informatif & terpercaya