Kapolda Sumut Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel M.Si bersama pejabat terkait menyaksikan proses pemusnahan/penenggelaman barangbukti berupa kapal ikan pelaku Illegal (Illegal Fishing) di dermaga penumpang lama Pelabuhan Belawan, Sabtu (1/4).
Kapolda Sumut Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel M.Si bersama pejabat terkait menyaksikan proses pemusnahan/penenggelaman barangbukti berupa kapal ikan pelaku Illegal (Illegal Fishing) di dermaga penumpang lama Pelabuhan Belawan, Sabtu (1/4).


Medan | rakyatmedan.com
Direktorat Kepolisian Air (Dit Polair) Polda Sumut meledakkan sekaligus menenggelamkan tujuh kapal asing yang terbukti mencuri ikan (Illegal Fishing) di perairan Indonesia bertempat di Dermaga Penumpang Lama, Pelabuhan Belawan titik koordinat 03º 47′ 500” U-098º 42’ 250” T, Sabtu (1/4).

Ketujuh kapal yang diledakkan tersebut antara lain, KM SLFA 2675 asal Malaysia dengan nama tersangka Zaw, kebangsaan Myanmar. Kapal ini ditangkap pada 13 Desember 2015 lalu di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Selat Malaka. Kedua, KM SLFA 4778 asal Malaysia dengan tersangka Chia Keechan, kebangsaan Malaysia, tertangkap pada 17 Februari 2016 di Teritorial Selat Malaka.

Kapal ketiga yang dimusnahkan jenis KM PKFA 3378 berasal dari Malaysia, dengan tersangka Tepparak Insorn, kebangsaan Thailand, ditangkap pada 12 Juli 2016 lalu di ZEE Selat Malaka.

Selanjutnya kapal keempat yang turut diledakkan adalah KM Extra Joss-III asal Indonesia, dengan tersangka Amiruddin, Warga Negara Indonesia (WNI) ditangkap pada 25 Juli 2016 lalu di Teritorial Selat Malaka.

Kemudian, KM PKFB 1152 asal Malaysia dengan tersangka Chit Soe, kebangsaan Myanmar ditangkap pada 30 Juli 2016 lalu di lokasi serupa wilayah teritorial Selat Malaka.

Berikutnya, KM PKFA 8115 asal Malaysia dengan tersangka Moe alias Swan, kebangsaan Myanmar ditangkap pada 30 Juli 2016 dilokasi yang sama di wilayah teritorial Selat Malaka. Kapal terakhir yang turut dimusnahkan, yakni KM KHF 1767 asal Malaysia dengan tersangka Ko Kyaw Soe alias Kyaw Soe, kebangsaan Myanmar ditangkap pada 25 Agustus 2016 di lokasi serupa.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan, kapal yang ditenggelamkan ini merupakan barangbukti yang telah melakukan tindak pidana perikanan dan tidak memiliki surat izin penangkapan ikan di wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

"Ini pelajaran bagi siapa saja yang coba-coba melakukan kegiatan ilegal di wilayah Sumatera Utara. Kami ingatkan, jangan coba-coba untuk melakukan pelanggaran hukum," ujar Rycko.

Rycko bilang, peledakan ketujuh kapal tersebut merupakan perintah langsung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan kegiatan ini dilaksanakan serentak di 12 titik Indonesia.

"Peledakan dan peneggalaman kapal juga dilakukan di Sorong, Bali, Marauke dan Tarakan. Ada juga di beberapa wilayah lainnya," beber Rycko.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Kadiskanla) Sumut, Zonny Waldi yang turut hadir di acara pemusnahan mengatakan, nelayan yang sering mencuri ikan di perairan Sumut adalah nelayan asal negeri jiran Malaysia.

"Hampir semua jenis ikan mereka ambil. Tapi yang paling sering dicuri itu ikan kakap, ikan bawal dan ikan gembung. Kadangkala, ada juga udang yang diambil," ungkap Zonny.

Dia menjelaskan, jenis ikan yang menjadi incaran para nelayan asal Malaysia tersebut adalah ikan bawal dan ikan kakap, karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Terlebih, rasa daging ikan tersebut lebih nikmat dari kebanyakan ikan lainnya.

"Meski kapal nelayan yang mencuri itu berasal dari Malaysia, namun awak kapalnya kebanyakan dari Myanmar. Kapal-kapal yang diledakkan inilah contohnya," ungkapnya.

Dia menambahkan, kapal asal Malaysia biasanya mencuri ikan di perairan Selat Malaka, ataupun pantai Timur. Para pelaku menyamar seolah-olah warga Indonesia.

"Sering sekali mereka mencuri ikan di negara kita. Maka dari itu dibentuklah tim gabungan untuk mengawasi perairan khususnya di Sumatera Utara," sebutnya.

Kegiatan pemusnahan turut dihadiri Pangdam I/BB diwakili oleh Kasdam, Danlantamal, Pangkosek Hanudnas II Medan, FKPD Sumut, Kabinda Sumut, FKPD Kota Medan, Ka Basarnas Provinsi Sumut, Waka Polda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto, Kabinda Sumut, para Pejabat Utama Polda Sumut, Kapolrestabes Medan, Kapolres Belawan. (rm-04)

portal berita medan
informatif
& terpercaya