Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas Persiapan Menghadapi Idul Fitri 1438H/2017M, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (3/4) siang. (Foto: JAY/Humas)
Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas Persiapan Menghadapi Idul Fitri 1438H/2017M, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (3/4) siang. (Foto: JAY/Humas)

Jakarta | rakyatmedan.com
Pemerintah memastikan pasokan bahan pokok untuk menjelang bulan puasa dan lebaran sudah dalam posisi aman.

"Jelang puasa stok aman," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ketika ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (3/4).

Menteri Perdagangan juga telah menginstruksikan untuk turut turun ke lapangan kepada seluruh petugas Provinsi dan seluruh Kabupaten Kota per Provinsi, termasuk juga seluruh distributor per provinsi untuk memenuhi ketentuan wajib.

"Semua nanti harus lapor posisi. Lapor posisi stok-nya, termasuk juga harganya, jadi bisa terpantau," ucapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan jika pasar retail modern adalah "price leader" atau acuan harga, oleh kerena itu harus dikendalikan. Nantinya, para retail modern tidak boleh menjual barang dengan harga di atas harga yang sudah ditetapkan batasnya.

"Aturan wajib lapor ini sudah dimulai, dan sudah ditandatangani Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia," ujar Menteri Perdagangan.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan telah memantau untuk memastikan ketersediaan stok, kelancaran distribusi, dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok masyarakat menjelang Ramadhan dan Lebaran 2017/1438 H.

Upaya Kementerian Perdagangan tersebut dilakukan bersama Kepala Dinas Provinsi yang membidangi perdagangan seluruh Indonesia melalui rapat koordinasi (rakor) guna mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok.

"Kemendag berupaya mengantisipasi sejak dini potensi kenaikan harga barang kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional. Secara alamiah kenaikan harga terjadi akibat kenaikan permintaan. Ini yang harus diantisipasi dengan ketersediaan stok," tutur Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Dalam rakor tersebut dibahas identifikasi ketersediaan pasokan dan harga barang kebutuhan pokok di tingkat nasional dan di daerah. Selain itu, mengidentifikasi kesiapan pemerintah daerah untuk menghindari terjadinya kekurangan pasokan, gangguan distribusi, dan aksi spekulasi atau penimbunan barang kebutuhan pokok secara tidak wajar.

Enggartiasto menjelaskan, dari hasil pantauan dalam kurun waktu sebulan terakhir tercatat harga barang kebutuhan pokok cenderung stabil bahkan turun, terutama untuk cabai rawit merah turun 13,85 persen, cabai merah besar 13,88 persen, dan cabai merah keriting 10,54 persen.

"Harga barang pokok dalam sebulan terakhir relatif stabil, bahkan cenderung turun. Kami akan terus memastikan harga barang pokok tetap stabil dan pasokan terjaga," ujar Enggartiasto.

Kemendag telah membangun sistem informasi harga dan pasokan yang terintegrasi. Hingga saat ini telah dilakukan pemantauan harga barang pokok dan barang penting di 165 pasar rakyat yang ada di 34 ibu kota provinsi dan 48 kabupaten kota secara harian, dan titik pantauan akan ditambah pada 2017.

"Tahun ini, selain titik pantauan harga tersebut, Kemendag juga melakukan pantauan ketersediaan stok atau pasokan 18 komoditas di 84 pasar rakyat, serta pasokan cabe dan bawang merah di sepuluh pasar induk dan enam sentra produksi," tambah Enggartiasto.

portal berita medan
informatif
& terpercaya