Pemerintahan Kota (Pemko) Medan dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan adakan rapat koordinasi untuk menjalin kerjasama dalam hal memverifikasi data para warga Medan yang akan mendapatkan pemberian dana insentif jasa pelayanan, di ruang rapat Lantai II Kantor Walikota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis.
Pemerintahan Kota (Pemko) Medan dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan adakan rapat koordinasi untuk menjalin kerjasama dalam hal memverifikasi data para warga Medan yang akan mendapatkan pemberian dana insentif jasa pelayanan, di ruang rapat Lantai II Kantor Walikota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis.

Medan | rakyatmedan.com
Pemerintahan Kota (Pemko) Medan dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan adakan rapat koordinasi untuk menjalin kerjasama dalam hal memverifikasi data para warga Medan yang akan mendapatkan pemberian dana insentif jasa pelayanan, di ruang rapat Lantai II Kantor Walikota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis.

Hal ini menindaklanjuti Perwal Medan No. 12 tahun 2016 tentang pemberian bantuan dana Insentif kepada bilal jenazah, penggali kubur, pengurus rumah ibadah/Nazir, Imam masjid, Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), Guru TKA/TPQ, Guru Maghrib Mengaji dan Guru Sekolah Minggu (Kristen, Hindu, Buddha dan Khonghucu).

Hadir Kasi Bimas Islah Abdul Haris Harahap, Kasi Bimas Kristen Hendy Johan Simanjuntak, Penyelenggara Buddha Burhan, para Kasi Sosial Kecamatan se- Kota Medan, pimpinan Majelis Tinggi Agama (Kristen, Buddha, Hindu, Khonghucu) serta ASN dilingkungan Pemko dan Kemenag Medan yang membidangi masing-masing penerima dana.

Rapat yang dipimpin Raja Nasution selaku Kabag Sosial Pendidikan Pemko Medan didampingi Kasi Bimas Islam Kemenag Medan Abd Haris Harahap mamaparkan beberapa hal penting menyangkut data dan pemberkasan penerima dana insentif tersebut.

Permasalahan yang terkini adalah terdapat data ganda penerima bantuan di tahun 2016 lalu.

"Ini menjadi catatan kita bersama agar ditahun ini tidak terulang lagi, jika terjadi lagi maka orang yang bersangkutan akan diblacklis dari data penerima, menjadi tidak mendapat bantuan dari manapun sama sekali," ujar Raja dengan tegas.

Sementara itu, Haris Harahap meminta para majelis-majelis agama dan pegawai yang telah diberi tanggungjawab untuk mengumpulkan berkas data bekerja maksimal sesuai target sebelum bulan puasa, pekerjaan data sudah tuntas dan valid.

Kasi Bimas Islam juga menyarankan agar Kabag Sospendik Pemko Medan menetapkan batas waktu pengiriman data. Dan bagi warga agama Buddha, Hindu dan Khonghucu agar ada pengecualian disebabkan baru tahun ini ada program bantuan yang melibatkan guru minggu.

portal berita medan
informatif
& terpercaya