Wanita keturunan Tionghoa yang menabrak kKorban marah-marah saat warga dan Ppengendara lain hendak membantu korban.
Wanita keturunan Tionghoa yang menabrak kKorban marah-marah saat warga dan Ppengendara lain hendak membantu korban.


Medan | rakyatmedan.com
Seorang wanita keturunan Tionghoa yang mengendarai mobil sedan Mitsubishi warna Silver BK 1336 MP, menabrak seorang pengendara sepedamotor saat melintas di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Medan Timur, Kamis (6/4) sekira pukul 09.30 WIB.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun cek cok mulut tak dapat terhindarkan, hal itu dikarenakan pengemudi mobil yang telah menabrak pengendara sepedamotor berniat pergi meninggalkan korban begitu saja.

Akibat cekcok mulut itu sempat membuat arus lalulintas di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan Medan Timur, persisnya di dekat SPBU itu pun sempat mengalami kemacatan.

Berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa tabrakan itu terjadi ketika mobil Mitsubishi berwarna silver BK 1336 MP yang dikemudikan Winni Tanri (20) warga Dusun Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang ini datang dari arah Jalan Sutomo, Medan Timur hendak menuju ke Jalan Thamrin Medan.

Namun saat melintas di TKP, tiba-tiba saja mobil yang dikemudikan Winni Tanri menyenggol sepedamotor Suzuki Shogun BK 4974 GB yang dikendarai Ilham (40) warga Kecamatan Medan Area, hingga tersungkur jatuh ke aspal. Tak pelak lagi, para pengendara yang juga sedang melintas di sekitar lokasi mendadak berhenti untuk menghindari tabrakan beruntun.

Namun sayangnya, sejumlah pengendara dibantu warga sekitar malah dimaki-maki oleh pengemudi mobil yang keturunan warga Tionghoa itu, saat hendak membantu korban memindahkan sepedamotornya ke pinggir jalan.

”Sana kalian, jangan ikut campur urusan kami,” kata Winni Tanri dengan nada marah. Aksi marah-marah pelaku ini ternyata telah memicu terjadinya kemacatan dan tontonan warga sekitar yang datang secara bergantian untuk melihat Lakalantas ini.

”Tadinya yang mengendarai mobil gak mau damai. Akan tetapi yang naik kendaraan sepedamotor tetap bersikukuh minta ganti rugi karena ada kap sepedamotornya yang pecah,” aku Damos (45) warga sekitar saat ditanya di lokasi kejadian.

Dikatakan warga yang tinggal di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan Timur ini kalau kasus kecelakaan ini nyaris berujung ke kantor polisi. Namun dikarenakan pengendara mobil mengaku buru-buru untuk kuliah akhirnya bersedia untuk mengganti semua kerusakan sepedamotor milik Ilham tersebut.

”Alasannya yang naik mobil itu terburu-buru jadi nyenggol yang naik kereta,” ujar Damos. Setelah berdamai akhirnya situasi lalulintas di lokasi kejadian kembali normal.

portal berita medan
informatif & terpercaya