Tersangka Hendri, pembunuh janda ibu rumah tangga (IRT) yang juga berprofesi sebagai tukang bubur.
Tersangka Hendri, pembunuh janda ibu rumah tangga (IRT) yang juga berprofesi sebagai tukang bubur.

Medan | rakyatmedan.com
Seorang pelaku pembunuh janda ibu rumah tangga (IRT) yang juga berprofesi sebagai tukang bubur berhasil ditangkap petugas Polrestabes Medan.

Diketahui, wanita malang tersebut Almithania (34), warga Jalan Bunga Asoka, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di kamar nomor 09 Hotel Helvicona, Jalan Bunga Pancur, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan

Ibu beranak tiga itu ditemukan tewas di bagian toilet kamar dengan posisi terduduk di dalam ember dan tanpa pakaian. Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh petugas hotel yang hendak menanyakan status perpanjangan penyewaan kamar Jumat (7/4) kemarin.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Rina Sari Ginting mengatakan, korban Almithania diduga tewas akibat dibunuh oleh Hendri (35), warga Jalan Durung, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Hendri diduga merupakan kekasih yang sudah dikenal korban sejak dua tahun terakhir.

Menurut Kombes Rina, aksi pembunuhan itu bermula dari pertemuan korban dan tersangka di rumah kos milik teman korban di Perumahan Waikiki, Jalan Flamboyan Kota Medan Selasa pada 4 April 2017 lalu.

Saat itu mereka bertemu dan terjadi perdebatan. Penyebabnya karena korban meminta tersangka menepati janji untuk memberi uang kepada korban untuk membantu pembayaran cicilan motor korban.

Keesokan harinya, tersangka mengirim pesan berupa ajakan bertemu kepada korban melalui aplikasi blackberry messanger (bbm). Namun pesan itu sudah tidak dibaca korban yang kemungkinan karena kesal tersangka tidak menepati janjinya.

Meski begitu keesokan harinya, pada hari kamis malam tanggal 6 April 2017 sekitar pukul 21.30 WIB, tersangka berjumpa secara tidak sengaja dengan korban.

Mereka kemudian mengobrol. Tersangka sempat mengajak korban untuk jalan-jalan dan minum es di sekitar jalan outer-ringroad Medan. Setelah minum es, tersangka mengajak korban ke kembali ke rumah teman mereka di Komplek Waikiki untuk berkecan.

Namun korban lebih memilih menginap di Hotel Helvicona. Keduanya masuk ke hotel itu sekitar pukul 21.30 WIB setelah sebelumnya mampir ke warung untuk membeli makanan.

“Setelah tiba di hotel, keduanya sempat melakukan hubungan suami istri. Setelah berhubungan mereka makan sambil ngobrol. Korban pun bercerita kepada tersangka bahwa ia kerap kali terpaksa melayani pria hidung belang untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya serta untuk membayar cicilan motor. Korban pun kembali menagih janji tersangka akan membantu membayar cicilan motor korban,” kata Rina, Sabtu (8/4).

Tagihan dari korban membuat pelaku berang. Keduanya pun kembali terlibat cekcok hingga tersangka memukul dan menampar korban hingga dua kali.

“Korban mencoba melawan dengan memukul tersangka dengan ikat pinggangnya. Aksi balasan dari korban pun membuat tersangka semakin berang hingga dia mencekik korban dengan kedua tangannya. Tersangka juga kemudian merampas ikat pinggang dari tangan korban dan melilitkannya ke leher korban,” jelas Kombes Rina.

“Setelah korban tak berdaya, tersangka kemudian merebahkannya di atas kasur sekira 30 menit. Tersangka kemudian menyeret korban ke kamar mandi dan meletakkannya di dalam ember lalu tersangka melarikan diri dan meninggalkan korban sekira pukul 4:30 pagi,” tambah Kombes Rina.

Tersangka, lanjut Kabid Humas, berhasil diidentifikasi oleh tim khusus yang dibentuk Polrestabes Medan. Tersangka kemudian ditangkap di kediamannya pada Sabtu (8/4).

“Saat ditangkap, petugas menemukan ponsel korban ada bersama tersangka. Saat ini dia sudah diboyong ke Mapolrestabes Medan untuk diperiksa,” tandas Rina.

portal berita medan
informatif & terpercaya