Guru BK MAN 2 Model Medan Achmad Zulfikar dan Zuraida Damanik foto bersama Deputi BNN Sobry Effendy Surya seusai pelatihan.
Guru BK MAN 2 Model Medan Achmad Zulfikar dan Zuraida Damanik foto bersama Deputi BNN Sobry Effendy Surya seusai pelatihan.

Medan | rakyatmedan.com
MAN 2 Model Medan merupakan madrasah yang memiliki komitmen tinggi untuk mencerdaskan anak bangsa dengan upaya maksimal memerangi Narkotika dan Bahan/Obat Berbahaya (Narkoba).

Hal ini ditunjukkan dengan pengiriman dua guru Bimbingan Konseling terbaik MAN 2 Model Medan yaitu Achmad Zulfikar dan Zuraida Damanik pada Pelatihan Penggiat Anti Narkoba Lingkungan Pendidikan Bidang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Sumatera Utara.

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat bertempat di Panca Budi Jalan Gatot Subroto selama 2 hari dari 11-12 April 2017, dengan menghadirkan Deputi Dayamas BNN Pusat Sobry Effendy Surya. Acara ini diikuti oleh seluruh Wakil Kepala Madrasah bidang kesiswaan dan seluruh guru bimbingan konseling se-Kota Medan.

Kepala MAN 2 Model Medan Burhanuddin ketika diminta keterangannya mengatakan, bahwa wujud kepeduliaan MAN 2 dalam memberantas Narkoba adalah dengan mengirim dua guru BK terbaik dalam pelatihan ini.

Sebagaimana telah diketahui, Narkoba adalah alat untuk merusak bangsa khususnya pemuda, untuk menghindari siswa/i dari Narkoba MAN 2 mengadakan full day selama 4 hari, salah satunya adalah full day tahfizh Alquran.

WKM Humas MAN 2 Model Medan Mohammad Al Farabi menyampaikan agar jangan mau terpengaruh terhadap pergaulan bebas yang tidak beretika termasuk melakukan percobaan dalam mengonsumsi Narkoba, sebab zat yang terkandung dalam benda yang haram ini dapat merusak kesehatan terutama pada bagian saraf berpikirnya manusia.

"Apabila kaum terpelajar telah mengkonsumsinya, maka bisa dipastikan nilai-nilai pendidikan yang diberikan kepada mereka menjadi lumpuh," ujar Al Farabi.

Sementara itu, Achmad Zulfikar salah seorang guru yang menjadi peserta pelatihan menyatakan bahwa banyak ilmu yang didapat selama mengikuti pelatihan, dengan pelatihan ini kita dapat mengetahui ciri-ciri orang yang mengkonsumsi Narkoba, dan ternyata menurut data BNN konsumsi Narkoba terbanyak dari pemuda dengan jumlah 13.963.425.

Berdasarkan penjelasan Deputi BNN, bahwa Sumatera Utara sudah mendapatkan raport merah terhadap penyalahgunaan Narkoba. Untuk itu, BNN akan bekerjasama dengan Pemerintah Propinsi Sumatera Utara untuk melakukan tes urine terhadap sekolah/madrasah karena sudah ditemukan 2 orang siswi di Medan yang sudah kecanduan Narkoba, tegas Zulfikar.

portal berita medan
informatif & terpercaya