Ilustrasi
Ilustrasi

Kamis, Penyidik Akan Periksa Lima Tersangka Korupsi Bank Sumut
Medan  | rakyatmedan.com
Pasca membeberkan nama-nama tersangka kasus pengadaan kendaraan operasional Bank Sumut senilai Rp18 miliar yang bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) tahun 2013 yang kerugian negaranya perkirakan mencapai Rp4,9 milar, penyidik Kejati Sumut akan memeriksa para tersangka.
Kelima tersangka berinsial  IP Kepala Divisi Umum Bank Sumut, MY mantan Direktur Operasional Bank Sumut yang kini menjabat sebagai Pimpinan Cabang (Pimcan) Bank Sumut, Z Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), JS Ketua Panitia Pengadaan/Lelang di Bank Sumut dan H Direktur CV Surya Pratama, akan dimintai keterangan sebagai tersangka pada Kamis (16/6) besok.
"Sudah kita layangkan pemanggilan untuk hari Kamis (16/6) besok. Pemanggilan untuk seluruh tersangka," ungkap Kepala Seksi Penyidik (Kasidik) Kejati Sumut, Novan Hadian kepada wartawan, Selasa (14/6)
Menurut penyidik, kelima tersangka merupakan orang sangat bertanggungjawab atas kasus dugaan korupsi bank tersebut. "Kita akan optimalkan terus proses penyidikan," tegasnya
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumut, Asep Mulyana mengatakan, sudah jelas keterlibatan para kelima tersangka pada kasus korupsi di Bank Orange itu. Kemudian, tidak tertutup ada tersangka baru dalam kasus ini.
"Berdasarkan ekspos beberapa waktu lalu. Kita mengajukan lima tersangka ini, pak Kajati dan pak Wakajati menyetujui," jelas Asep Mulyana.
Asep juga menjelaskan indikasi korupsi yang dilakukan para tersangka dalam kasus ini. "Indikasi kita lihat kendaraan yang sudah diserahkan tidak sesuai speck. Penyimpangan, surat perintah kerja (SPK) dibuat sebelum ada kontrak. Berikut kita juga melihat proses pelelangan dan menyangkut pembayarannya. Dengan ini, tim mengusulkan lima orang sebagai tersangka. Baik dari Bank Sumut maupun rekan," urai Asep.
Sementara ketika ditanyakan hasil audit yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut untuk menghitung kerugian negara, Asep menyebut kini tengah dalam tahap penyelesaian.
“Masalah audit, jaksa pada saat ini sudah mengumpulkan bukti-bukti pendukung terutama yang diminta auditor (BPKP) dalam rangka menghitung kerugian negara itu. Sekarang dalam tahap finalisasi,” ungkapnya.
Kendati demikian, Asep tak dapat memastikan kapan audit kerugian negara selesai dihitung karena sejatinya proses penghitungan tersebut bukan merupakan kewenangan pihak Kejati Sumut.
“Saya tidak dapat memastikan kapan, karena bukan kerjaan saya itu. Kalau ditanya kapan selesainya, saya gak bisa jawab. Kami hanya mengusulkan dan meminta auditor untuk menghitung kerugian negara saja. Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera selesai,” bebernya.
Asep menambahkan, setelah hasil audit kerugian negara selesai dihitung, pihak Kejati Sumut segera melakukan pemberkasan untuk kelima tersangka untuk segera dilimpahkan untuk menjalani proses persidangan.
“Kami tetap akan menunggu hasil audit ini dulu selesai dihitung. agar para tersangka ini kami siapkan berkas dan segera dilimpahkan,” katanya mengakhiri.
Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan korupsi proyek pengadaan kendaraan operasional dinas di Bank Sumut senilai Rp18 miliar, yang bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) tahun 2013. Penyidik perkirakan kerugian negara mencapai Rp4,9 miliar. Dimana, dalam penyidikan tersebut, penyidik Kejati Sumut mengusut kasus dugaan korupsi di bank berplat merah itu pada pengadaan kendaraan operasional sebanyak 294 unit. Dari 294 unit kendaraan bermotor, terdapat 6 jenis mobil mewah dalam pengadaan kendaraan dinas itu, yakni Camry, Pajero Sport, Innova, Toyota Rush, Avanza dan Xinea. (rm-06)

Portal berita medan informatif & terpercaya