Kepala Badan Ketahanan Pangan Medan Ermilia Lubis saat mendatangi stand 77 yang diduga ditemui bakso dan mie kuning mengandung borak dan formalin.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Medan Ermilia Lubis saat mendatangi stand 77 yang diduga ditemui bakso dan mie kuning mengandung borak dan formalin.

Waduh!  Ada Borak dan Formalin di Ramadhan Fair
Medan | rakyatmedan.com
Meski proses uji laboratorium sedang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan terhadap uji kandungan borak pada bakso dan formalin di mie kuning yang ditemukan kemarin disalah satu stand di arena Ramadhan Fair. Namun, sayangnya stand 77 yang menjadi target justru masih tetap beroperasi saat itu.
"Hari ini sedang dalam pemeriksaan, seperti ada beberapa stand yakni stand nomor 77, mie kuningnya mengandung formalin, Lab kita cuma untuk mengetahui kuantitasnya yang ada di kantor Ketahanan Pangan," kata  Kepala Badan Ketahanan Pangan Ermilia Lubis didampingi Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Hasan Basri, kepada rakyatmedan.com, Selasa (14/6) petang, saat berada di arena Ramadhan Fair.
Upaya memeriksa jajanan yang ada di stand-stand Ramadhan Fair menjadi agenda rutinitas pihaknya. "Jadi, ada dua tim kita turunkan. Satu tim di mobil lab, kemudian satu tim lainnya memeriksa jajanan, jadi kita akan menguji berapa persen kandungan formalin dan boraknya hingga membahayakan," sebutnya kembali sembari mengatakan pada awal pelaksanaan hasilnya masih negatif.
Diketahui,  Ermilia yang saat itu menemui langsung pemilik stand, justru tidak melakukan peneguran, sebaliknya kepada media agar tidak langsung memvonis si pedagang. "Kita baru bisa tindak setelah ada hasil Lab, jadi tolong jangan di vonis dulu ya, biar dulu dia jualan," pintanya.
Sementara, Plt Kadis Pariwisata Kota Medan, Hasan Basri menilai prihatin dengan temuan terjadinya pencemaran produk makanan di Ramadhan Fair mengandung formalin dan borak.
"Namun begitu, kita minta hal itu tak pengaruhi stand-stand lainnya. Kepada pedagang yang berjualan disini agar mematuhi segala aturan, utamakan produk yang higienis, layanan yang baik, berilah hasil produk yg berkualitas," harapnya.
Sedangkan, Epi melalui adiknya Faisal pengelola stand 77 mengatakan, pihaknya tidak ada unsur kesengajaan terhadap kandungan yang masuk dalam makanan bakso dan mie kuning tersebut. "Kita ga tahu, kalau ditempat penggilingan ga mungkin, entah di tepung nya," ucapnya sembari mengutarakan selain berjualan di Ramadhan Fair pihaknya juga buka di Pasar 3 Kecamatan Tembung dengan nama Bakso Anugrah. (rm-04)

Portal berita medan informatif & terpercaya