Ilustrasi.
Ilustrasi.


Wau  | rakyatmedan.com
Tiga pekerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bekerja sebagai buruh pengantar barang WFP kembali menjadi korban di wilayah konflik. Kali ini tiga buruh tersebut tewas dalam kekerasan etnis di kota Wau, Sudan Selatan.

Peristiwa ini merupakan aksi kekerasan terbaru terhadap pekerja kemanusiaan di negara yang tengah dilanda kelaparan. Korban termasuk dalam 16 warga sipil yang turut menjadi korban kekerasan di Wau.

"Insiden terjadi ketika para tentara memblokade jalan di kota Wau. Mereka bertempur dengan pihak bersekutu dengan pemerintah dan mendatangi rumah-rumah, lalu membunuh penduduk yang berasal dari suku-suku minoritas pada Senin," ujar pihak WFP, seperti dikutip Reuters, Sabtu (15/4).

"Dua tewas akibat luka parang dan seorang lagi ditembak. Mereka diperkirakan tewas ketika hendak menuju sebuah gudang milik WFP," imbuh pernyataan tersebut.

Media setempat melaporkan bahwa korban tewas akibat kekerasan di Wau pada dasarnya jauh lebih tinggi jumlahnya. Namun sulit bagi wartawan untuk mencapai kota tersebut. Namun pihak berwenang setempat dan badan-badan kemanusiaan enggan berkomentar terkait peristiwa mengerikan ini.

Kekerasan terhadap pekerja kemanusiaan semakin banyak terjadi di Sudan Selatan. Negara ini sebenarnya kaya akan minyak, tetapi warganya menderita kelaparan selama enam tahun terakhir.

Pekan lalu, enam pekerja kemanusiaan tewas dalam aksi penyergapan. Sejak perang saudara dimulai, tercatat 79 orang tewas hingga saat ini.

Konflik di negara termuda di dunia itu meletus ketika Presiden memecat wakilnya di 2013. Kondisi tersebut memicu perselisihan antara dua kelompok etnis terbesar di negara itu.

portal berita medan
informatif & terpercaya