Gubsu Tengku Erry Nuradi hadiri pelantikan DPW PNTI dan Pengurus DPD PNTI Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara di Gedung Bina Graha/Bappeda Pemprovsu Jalan Diponegoro 21 Medan.
Gubsu Tengku Erry Nuradi hadiri pelantikan DPW PNTI dan Pengurus DPD PNTI Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara di Gedung Bina Graha/Bappeda Pemprovsu Jalan Diponegoro 21 Medan.


Medan | rakyatmedan.com
Gubernur Sumatera Utara Ir HT Erry Nuradi MSi menargetkan 19.000 nelayan tradisional masuk Program Asuransi Nelayan Terpadu (Paten).

Hal itu disampaikannya pada acara pelantikan DPW Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia Sumatera Utara dan Persatuan Nelayan Tradisional (PNTI) Kab/Kota se-Sumatera Utara di Bina Graha Medan Jalan Dipenegoro Medan.

Hadir pada acara tersebut Pendiri PNTI HM Pardjono, Wakil Ketua Umum DPP PNTI H Asmauddin Ichsan, Ketua DPW PNTI Sumut Adhan Nur, Kadis Perikanan dan Kelautàn Provsu Zonny Waldy, Mewakili Kapolda Dirpol Air Kombes Samsul Badar, Mewakili Danlantamal Satkamla Letda Laut Mahendra.

Gubsu mengatakankan, jumlah nelayan di Sumut tercatat sebanyak 252 ribu jiwa. Yang kesejahteraannya masih relatif rendah. "Oleh karena itu saya menaruh harapan kepada pengurus DPW PNTI Sumut dan DPD PNTI Kabupaten/Kota untuk segera menyusun program kerja yang baik dan terukur juga dapat bekerjasama dengan pemerintah provinsi Sumut," paparnya.

Untuk itu, Gubsu berkata PNTI dapat membantu untuk menyosialisasikan peraturan dan progtam pemerintah, seperti pemberantasan pencurian ikan oleh nelayam asing (illegal Fishing), penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan dan sosialisasi kartu nelayan Paten.

Berdasarkan geografis, Gubsu menambahkan, posisi Sumut berada di bagian barat Indonesia merupakan daerah yang strategis yaitu dengan pantai Timur dan pantai Barat Indoesia. Yang mempunyai potensi perikanan tangkap mencapai 1,7 juta ton pertahun.

"Kondisi ini menjadikan Sumut yang kaya sumberdaya ikan yang merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa dan harus dikelola dengan cara yang bijaksana yaitu menggunakan alat tangkap yang ramah agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang," paparnya.

Sementara itu, Ketua DPW PTNI Sumut menyambut baik dengan adanya program Paten untuk nelayan tradisional. Meski demikian pihak PNTI menyatakan masih
banyak peraturan yang belum berjalan sebagaimana mestinya. (rm-03)

portal berita medan
informatif
& terpercaya